UKMK & Organisasi Mahasiswa

Rifa’i Rifan : Jadi Best Seller, Tulislah Apapun yang Kita Pikirkan

Ahmad Rifa’i Rif’an yang memberikan materi tentang bagaimana cara menjadi penulis buku best seller pada seminar nasional di Aula UIN SU Medan, Minggu (28/10). Ukhuwahfoto/Noviyanti.

UINSU – Ukhuwahnews.com | Penulis buku “9 Doa Lulus Ujian”, Rifa’i Rifan memberi tips kepada peserta Seminar Nasional Kepenulisan agar bisa menjadi penulis best seller.

“Tulislah apapun yang kita pikirkan,” ujarnya saat menjadi pemateri Seminar Nasional Kepenulisan yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika di Aula Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Medan, Minggu (28/10/18).

Selaras dengan tema yang diusung, “Beginilah Cara Saya Menulis Buku Best Seller”, Rifa’i mengatakan, ada 2 hal yang perlu diperhatikan saat akan menerbitkan buku agar menjadi menarik, yaitu judul buku dan sinopsis.

“Jangan pernah buat judul buku yang biasa, ketika melihatnya saja, sudah malas untuk membaca isinya, begitu juga dengan sinopsisnya,” tegas Ahmad Rifa’i Rifan yang merupakan pembicara lulusan pesantren tersebut.

Lanjutnya, dia mengaku bahwa saat menulis, Rifa’i membuat sesuatu yang berbeda dari penulis lainnya, sehingga terlihat lebih menarik.

“Buku pertama yang saya tulis itu sangat berbeda dengan kebanyakan penulis inspiratif pada umumnya, bukan karena judul saya yang paling baik, tapi karena judul saya yang sedikit aneh,” tuturnya.

Rifa’i mengatakan, dalam buku “9 Doa Lulus Ujian” yang merupakan judul buku pertama yang dibuatnya, terkesan aneh. “Mungkin banyak orang beranggapan, hari gini masih percaya hal seperti itu, tapi poin pentingnya tidak lain adalah saya sudah berani memulai dengan apa yang saya pikirkan,” tuturnya sambil meyakinkan peserta seminar.

Selain itu, Rifa’i menambahkan, ketika punya ide saat menulis, penulis harus memiliki 3 hal dalam dirinya. “Pertama itu motivasi kuat, kedua eksekusi langsung, dan yang terakhir itu konsistensi yang juga kuat,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum LPM Dinamika, M. Ifroh Hasyim menyampaikan bahwa seminar kepenulisan seperti ini sudah 3 kali diadakan, dengan mengundang pembicara yang tak kalah berkompeten, yaitu Tere Liye di tahun 2017 dan Ahmad Fuadi di tahun 2016.

“Namun, alasan Ahmad Rifa’i Rifan diudang menjadi pembicara dalam seminar ini, cocok menjadi pembicara di UIN, dilihat dari riwayat pendidikannya yaitu pesantren, juga dengan tulisannya yang masih banyak berbau Islam,” tungkasnya.

 

Reporter : Mita Rosnita, Noviyanti

Editor : Alfiansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah