Kabar Sumsel

Revolusi Reza : Jurnalis dan Polisi Dapat Bersinergi

Para pemateri dari Seminar Festival Media Sriwijaya bersama Dewan Pers, Sekjen AJI Indonesia dan Perwakilan Safenet/Blogger yang diselenggarakan oleh AJI Sumatera Selatan di Gedung Academic Centre, Senin (7/5/18). Ukhuwahnews/Nopri Ismi.

UIN RF – Ukhuwahnews.com | Banyak aksi kekerasan terhadap jurnalis ketika melaksanakan tugas. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Reza pada Festival Media (Fesmed) Sriwijaya yang diadakan oleh AJI Sumatera Selatan di Gedung Academic Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Senin (7/5/18).

Reza melanjutkan, bahwa dari tahun 2017 hingga 2018, tercatat ada 75 kasus kekerasan oleh polisi terhadap jurnalis. “Polisi dan jurnalis sama-sama bergerak di garis depan. Polisi mengamankan sedangkan jurnalis harus segera melaporkan sebuah peristiwa. Itulah yang memicu terjadinya bentrok,” lanjutnya.

Maka dari itu, kata Reza, Fesmed Sriwijaya mengadakan agenda seminar bersama Dewan Pers, Sekjen AJI Indonesia dan Perwakilan Safenet/Blogger , diharapkan bisa memberikan edukasi terkait kejurnalistikan. Sehingga jurnalis dan polisi dapat saling bersinergi.

Di samping itu, Ketua Pelaksana, Ahmad Supardi juga menjelaskan bahwa Fesmed Sriwijaya memang bertujuan untuk mengedukasi penggiat media daring dan sosial bahwa kaidah-kaidah jurnalistik harus diperhatikan.

“Fesmed juga diharapkan dapat lebih memperhatikan informasi yang diberitakan dan seorang pembaca lebih mampu memilih, memilah dan menentukan mana berita yang benar dan bukan hoax,” katanya ketika diwawancara di sela acara.

Reporter : Wilfi Wulandari

Editor : Wilfi Wulandari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah