Health

Realisasi UKS, Upaya Hindari Siswa dari Anemia

Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, Rizki Al hairiah berfoto bersama pengurus UKS di depan ruang UKS MAN 2 Palembang. Ukhuwahnews/Maya.

Palembang-Ukhuwahnews.com | Salah satu upaya jangka panjang Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencegahan bayi lahir dengan kondisi stanting, maka idealnya setiap sekolah harus memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Demikian ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ferry Fahrizal SKM MKM.

Namun data Dinkes Sumsel, dari 758 SMA, hanya ada 253 SMA se derajat di Sumsel yang memiliki UKS. Selebihnya, ada yang memiliki ruangnya saja tapi tidak dengan pengelolaan yang baik.

“Hal inilah yang saat ini sedang dalam realisasi bagi Dinkes,” katanya.

Ferry mengatakan bahwa UKS dapat berperan penting bagi kesehatan remaja, terutama bagi perempuan agar terus dalam kondisi yang sehat tanpa kekurangan gizi atau anemia, dapat mengganggu reproduksi dan tumbuh kembang janin pada masa kehamilannya nanti.

Ridwan Hasan perwakilan IMA World Health Indonesia, menurutnya dalam upaya mencegah bayi lahir dengan kondisi stanting, dimana berat dan panjang badan bayi yang tidak normal, sehingga dapat menghambat daya saing dan kognitif anak.

“Permasalahan stanting tidak hanya milik Dinkes, atau pun organisasi kesehatan saja. Tapi multisektor, yang artinya setiap dari kita memiliki tanggung jawab untuk mencegah. Termasuk juga pendidikan bagi remaja perempuan mengenai stanting, seperti UKS contohnya,” tuturnya.

Seperti yang telah diterapkan Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, Rizki Al hairiah, mengatakan realisasi UKS sudah dua ruang kamar, dan mendapatkan fasilitas yang baik sejauh ini.

“Fungsi dari UKS, paling tidak dapat menjadi pertolongan awal bagi siswa,” ujarnya.

Mengenai program UKS MAN 2 Palembang salah satunya, pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi siswa-siswi yang mengalami kekurangan darah atau anemia. Namun, mengenai dampak anemia akut yang berbahaya bagi kesehatan perempuan dalam jangka panjang seperti kondisi stanting, belum pernah ada sosialisasi dari Dinkes atau instansi terkait.

“Baru ada sosialisasi mengenai rokok sejak satu tahunan ini, itu pun hanya membagikan brosur,” tambahnya.

Aisyah, salah satu siswi kelas 12 MAN 2 Palembang, mengatakan, saat masih duduk di bangku kelas 11, ia sering mengalami mengantuk saat belajar, selain itu juga sering masuk ruang UKS karena sakit atau kelelahan.

“Kalau dulu sering pusing, dan ngantuk. Lumayan beberapa kali istirahat di UKS,” ujarnya.

Reporter : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah