Puisi

RAWAN DAN BAYANGMU

Sumber : Internet

Oleh : Alfiansyah

 

1.

Bayang-bayang kabut dari wajahmu

menebar sunyi.

Laut dari peluh tubuhmu

melepas ombak yang sepi.

 

2.

Dan dari sajak buram ini, kutulis namamu Hani.

‘Kutulis lagi api di dadamu.

Namun, tinta yang tersekap dan terjajah

kau hempaskan.

Lalu kau hela bintang-bintang

dan tinggalkan keheningan malam

 

Kemana harus kupetik buah bayangmu ?

Sementara kau lenyap dan lelah;

duka dan luka.

 

—Setiap fajar yang kukata

setiap bait yang kutulis di wajah

setiap sajak yang kuhempaskan di bulan mata

kau tolak dan kau bakar begitu saja.

Kau tinggalkan abu-abu berserakan.

 

3.

Pun kini. Terakhir untukmu, Hani.

Diam-diam kucoba celupkan

tentangmu dibaris-baris sajaku :

tentang bayang, tentang angan dan harapan;

tentang kasih yang  kau tolak

dan mega-mega yang tak sempat kau dengarkakan.

 

Palembang, 3 November 2017

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah