Gallery

 Polemik Pedagang Pinggir Jalan

BERJUALAN - Tampak beberapa pedagang berjualan di jalan menuju Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu (24/2/2016).

BERJUALAN – Tampak beberapa pedagang berjualan di jalan menuju Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu (24/2/2016).

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Meskipun telah mendapat teguran dari pihak Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, pedagang kaki lima yang berada di sekitaran kantor BLU hingga sepanjang pinggir jalan kampus kecuali daerah fakultas tetap berjualan. Dengan dalih tempat berjualan yang strategis, para pedagang tersebut tetap tak goyah dengan teguran itu.

Hal ini dikatakan oleh salah satu pedagang buah yang berjualan di depan pos Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. “Kami sudah pernah ditegur, namun saat ditegur kami hanya pindah tempat saja. Saat bapak yang menegur kami tadi pulang waktu sore hari, kami kembali berjualan di sini. Lalu kalau ditegur lagi, kami akan tetap berjualan di sini. Ya, soalnya di sinilah kami dapat mencari nafkah karena tempatnya yang strategis”.

Selain pedagang buah, ada pula pedagang gorengan yang juga menanggapi teguran dari pihak BLU tersebut dengan begitu santainya.

“Kami memang tidak mendapatkan izin. Tapi kami tetap membayar uang kebersihan. Saat ditegur pun kami tanggapi dengan biasa saja teguran tersebut.  Kami anggap saja orang gila yang sedang ngomong,” ujar pedagang gorengan yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Hal ini ditanggapi oleh staf BLU, Topan menyatakan bahwa teguran yang mereka berikan itu bukanlah teguran biasa.

“Jika menurut para pedagang itu adalah teguran biasa, kami menganggap hal itu luar biasa. Sebab, pedagang yang berjualan di pinggir jalan itu merusak pemandangan kampus UIN yang seharusnya rapi,” ungkapnya saat ditemui di gedung BLU pada Kamis (25/2/2016).

Senada dengan itu, Koordinator Lapangan BLU, Syarif Sutrisno menyatakan kebingungannya dalam menertibkan para pedagang tersebut. “Sebenarnya serba salah dalam menegur para pedagang itu. Jika menegur mereka dengan kasar dan memaksa, dikhawatirkan mereka akan anarki. Namun jika ditegur dengan sopan, mereka hanya mengiyakan tetapi tidak juga menjalankan teguran kami itu”.

Sampai saat ini, pihak BLU belum mengeluarkan surat perizinan atas usaha dagang yang dilakukan. Namun, pihak BLU menyatakan jika memang ingin berjualan di wilayah BLU, maka lapor dulu ke BLU. Lalu akan dicarikan tempat untuk berjualan. “Jika ada tempat kosong, maka kami izinkan untuk disewakan. Tapi jika tidak ada tempat, tidak bisa kami beri izin,” tutupnya.

 

Reporter : olw, wfi

Editor: Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah