Gallery

Perayaan Ogoh-ogoh Bertepatan GMT Hanya Kebetulan

Foto : Nadyia Perayaan ogoh-ogoh dalam rangka perayaan hari raya nyepi tahun 2016 di Palembang Sumatera Selatan disambut meriah dan antusiasme pengunjung lokal, nasional bahkan internasional. Selasa (7/3/2016).

Foto : Nadyia
Perayaan ogoh-ogoh dalam rangka perayaan hari raya nyepi tahun 2016 di Palembang Sumatera Selatan disambut meriah dan antusiasme pengunjung lokal, nasional bahkan internasional. Selasa (7/3/2016).

UIN-Ukhuwahnews.com | Pagelaran Ogoh-ogoh yang berangsung di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) dilaksanakan oleh himpunan Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI) untuk menyambut hari raya nyepi. Perayaan yang bertepatan dengan Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3/2016) hanyalah sebuah kebetulan. Hal itu di sampaikan Made Toya selaku wakil ketua pelaksana kegiatan, Selasa (08/03/2016).

“Festival ini murni untuk menyambut hari raya nyepi. Kebetulan saja festival ini bertepatan dengan Gerhana Matahari Total (GMT) jadi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menggairahkan masyarakat Kota Palembang dalam rangka menyambut GMT,” ujarnya.

Made Toya mengatakan Kegiatan ini sudah tiga kali dilakukan di Palembang, tidak lain guna mendukung pemerintah daerah agar bisa memajukan pariwisata Kota Palembang.

Ogoh-ogoh ini berasal dari bali pada tahun 1978, sekarang sudah berkembang di Manado dan Lampung. ”Ogoh-ogoh ini merupakan kisah rahwana yang memiliki sifat egois dan merasa dia yang paling hebat,” katanya.

Sama halnya dengan Toya, I Made Hadi Purnomo selaku ketua KMHDI Sumsel menjelaskan bahwa Ogoh-ogoh merupakan perwujudan dari raksasa yang melambangkan kekuatan jahat. “Agar kejahatan dalam diri manusia bisa dimusnahkan karena nantinya ogoh-ogoh ini akan dibakar,” katanya.

Saat ditanya bagaiamana pendapatnya mengenai festival itu, seorang wisatawan asing Kuala Lumpur Malaysia, Jhoni mengungkapkan dengan satu kalimat. ”It’s very interesting,” ungkapnya.

Reporter : Ndy, Nra, Rny
Editor : Jeo

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah