Gallery

Penyiaran dan Berita Langgar Empat Pilar Akan Diberi Sanksi

Kemas Badaruddin saat menjadi pemateri dalam Seminar Jurnalistik bertema Pemahaman Sensor dan Penolakan Pembungkaman Media, di Gedung Student Center (SC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Minggu (17/4/16).

Kemas Badaruddin saat menjadi pemateri dalam Seminar Jurnalistik bertema Pemahaman Sensor dan Penolakan Pembungkaman Media, di Gedung Student Center (SC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Minggu (17/4/16).

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Konten siaran apapun itu, edukasi, berita serta hiburan, jika melanggar empat pilar tersebut maka akan diberikan sanksi, seperti pemberhentian penayangan beberapa waktu. Oleh sebab itu, pemahaman sensor berperan penting bagi kualitas penyiaran. Demikian ungkap Koordinator Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Kemas Badaruddin saat menjadi pemateri dalam Seminar Jurnalistik bertema Pemahaman Sensor dan Penolakan Pembungkaman Media, di Gedung Student Center (SC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Minggu (17/4/16).

“Penyiaran televisi atau radio, baik dalam hal edukasi, berita atau hiburan, harus memperhatikan empat pilar yang menjadi ideologi bangsa kita, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan  NKRI. Jika melanggar, tentu akan diberikan sanksi kepada pihak bersangkutan,” ujarnya.

Kemas menambahkan, untuk menghindari sanksi tersebut, dalam hal ini sensor sangat berpengaruh bagi kualitas penyiaran media, acara yang akan tayang harus melewati proses sensor dahulu. Dimana proses sensor dilakukan oleh lembaga sensor yang biasanya sudah dibentuk oleh masing-masing media, bukan dari KPID.

“Tugas KPID bukan sebagai penyensor tayangan, namun tugasnya mengawasi media. Setiap media sudah ada lembaga sensornya masing-masing, hanya saja seperti kasus pelecehan Pancasila beberapa waktu lalu, karena acara itu ditayangkan secara langsung sehingga menimbulkan kontroversi, akhirnya dijatuhkan sanksi bagi bersangkutan,” pungkasnya.

Menurutnya, selain dari sanksi yang akan diberikan jika melanggar, tayangan yang tidak mendidik dapat memberikan dampak negatif bagi anak-anak yang menonton atau mendengar. Karena itu, seharusnya media dapat mendidik, membina dan mencerdaskan masyarakat.

Pimpinan Umum LPM Fitrah Universitas Muhammadiyah, Ikral juga menanggapi hal tersebut mengenai pemahaman sensor sangat penting untuk dipelajari, karena berkaitan hal tersebut, penayangan media harus mengutamakan dampak positif bagi masyarakat luas, tidak mengandung hal yang melanggar serta penerapan sanksi juga harus dianggap serius.

“Pemahaman sensor memang sangat perlu untuk dipelajari, karena dapat membatasi penayangan media dari hal negatif bagi masyarakat terutama anak anak, dan juga jika terdapat pelanggaran, maka penerapan sanksi harus tegas,” tutupnya.

 

Reporter : Spt

Editor : Mcr

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah