Puisi

Penggal-penggal Penantian

sumber : net

MENUNGGU

 

Aku lelah, menunggu kepastian tapi punah.

Aku bagaikan ilalang yang ditebas

dan patah.

 

Aku tak seperti dulu.

runtuh.

 

Kamis, 20 Mei 2017

 

 

SAHABAT MENUNGGU MALAM

 

Hujan kabarkan aku pada malam.

Aku menunggunya dalam kesunyian.

Menegapkan dada dalam udara

dan mengosongkan mata.

 

(dalam lamunan sendu)

aku menggesekkan senar biola pada gerimismu

memerdukan suaraku walau sedikit kaku.

Dan aku menanti malam; sepi dan sunyi.

 

Palembang, 15 Juli 2017

 

 

RATU SURGA KHAYAL

:Yang kutunggu

 

Kusentuh wajah merah jambumu; di benaku.

Kuselam khayalku

hingga bola matamu menyala

menatap wajahku yg kaku.

 

Setelah itu,

Kuajak kau menanjaki bukit berliku

melewati tanjak terjal berumput belukar.

 

Di perempat jalan,

kubelai helai rambutmu

dan kuikatkan di bulu mataku.

 

Lalu, kujelajah jauh khayalku.

Langkahku ikuti jejak

aroma manja tubuhmu;

yang gelisah dan basah.

 

Kucoba buka pelepis di mataku.

Kuterbangun dari surga yang palsu.

 

Palembang, 27 Januari 2018

 

Penulis : Alfiansyah (Mahasiswa Jurnalistik Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah