Pelatihan Jurnalis Muda (Penamu) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017 di Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), Sabtu,(25/3/17).Ukhuwahnews/Wilfi Wulandari

Palembang-Ukhuwahnews.com | Mengenalkan teknik dasar jurnalistik kepada mahasiswa terkhusus para anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) perguruan tinggi se Sumatera selatan (Sumsel), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) adakan Pelatihan Jurnalis Muda (Penamu) 2017 di Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), Sabtu,(25/3/17).

Para narasumber dalam Penamu AJI juga mengevaluasi perkembangan kerja terhadap anggota LPM se Sumsel, dan memberikan pemahaman dalam mengelola media dalam kampus, hingga media  diluar kampus.

Diantaranya narasumber dari Balai Bahasa, Linny Oktavianny  menjelaskan dalam kegiatan kejurnalistikan tidak lepas dari hal menulis. Ia mengatakan bahwa menulis itu mudah dengan rumus tiga M, Mau, Mampu, dan Menyempatkan.

“Kalau tau rumus tiga M ini dan diterapkan maka menulis itu akan menjadi mudah,” katanya saat menyapaikan materi.

Salah satu peserta Penamu perwakilan dari LPM Glora Sriwijaya (GS), Putri Kesuma Rinjani mengungkapkan bahwa dirinya masih sulit menerapkan rumus tiga M, terutama menyempatkan waktu menulis dengan banyaknya jadwal kuliah.

“Masih sulit menerapkan rumus tiga M, terutama menyempatkan waktu untuk menulis. Apalagi ditambah dengan jadwal kuliah yang banyak,” ungkap putri saat diwawancarai.

Setiap penyampaian tulisan berita dalam media massa secara sengaja atau pun tidak, beberapa media massa melakukan pelanggaran menerbitkan berita yang mengandung unsur Suku, Antar golongan, Ras, dan Agama (Sara). Perwakilan dari Dewan Pers, Hendri Ch Bangun menuturkan beragam pelanggaran yang dilakukan, salah satunya memperlihatkan foto darah tanpa sensor.

“Media sekarang sering melakukan pelanggaran salah satunya memaparkan foto secara sadis, misalnya foto korban kecelakaan yang berdarah-darah namun tidak diblur atau disensor,” tutunya.

Maka seorang jurnalis mesti berimbang dalam berita yang disampaikannya. Seperti yang dikatakan oleh narasumber perwakilan dari AJI, Agus Raman Siwi. Menurut Agus berimbang yang dimaksud adalah menjadi sarana untuk menyuarakan hak suatu golongan yang diambil haknya. Namun dengan catatan adanya fakta dan data yang memperkuat kebenaran.

Reporter : Mim.

Editor : Wfi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah