Editorial

PEMUDA PERUSAK BANGSA DAN AGAMA ?

Allah menciptakan manusia di bumi ini dan setiap manusia memiliki karakteristik yang  berbeda dan Allah menciptakanya bukan sekaligus muncul dalam keadaan tua maupun dewasa, manun dimulai dari dalam kandungan seorang ibu yang di sebut janin setelah lahir di sebut bayi, anak-anak, pemuda, dan orang tua jika sudah mempunyai keturunan.

Dari berbagai tingkatan-tingkatan tersebut peran pemuda yang sangat ditekankan untuk menjadi generasi penerus bangsa. Pemuda dapat di lihat dari dua definisi yang berbeda. Pertama adalah pemuda yang jiwa dan raganya memang dimanfaatkan  untuk membangun dan menegakkan bangsa dan agama, Kedua pemuda yang tidak perduli akan bangsa dan agama yang hidupnya hanya mencari kesenagan saja. Secara definitive seseorang dapat di katakana pemuda jika dari sisi usia adalah dalam bentang usia 10-24 tahun. Di sisi lain seseorang bisa saja dianggap muda jika yang bersangkutan memiliki semangat sebagaimana kaum muda. Prof. Dr. Nur Syam, M.Si menjelaskan bahwasanya Bisa jadi usianya tua kira-kira 40 tahun akan tetapi masih berjiwa muda

Dalam hal ini yang akan dibahas adalah pemuda yang di definisikan ke dua, bukankah pemuda adalah generasi penerus bangsa, seperti pepatah Arab “ Syubbanul yaum rijaalul ghad” Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan, jika pemuda sekarang adalah generasi penerus bangsa maka seharusnya pemuda di bangsa ini terus berjuang untuk menuntut ilmu baik ilmu agama, sosial, politik dll agar siap untuk memimpin bagsa ini di waktu mendatang.

Namun kita lihat generasi pemuda saat ini, walaupun tidak semua pemuda lelakukan hah-hal negative namun sering kita dengar di media bahkan kita lihat lagsung dengan mata kepala kita sendiri, banyak pemuda yang menyia-nyiakan hidupnya dengan Mabuk-Mabukan, Narkoba, Sexbebas, Judi, Tawuran dll, hal-hal ini sudah menjadi kebiasan di kehidupanya.

Sehingga ungkapan Pemuda hari ini pemimpin masa depan hanya akan jadi wacana belaka, jika keadan seperti yang di gambarkan tadi masih sering di lakukan oleh para pemuda, maka tinggal menuggu kehancuran bangsa dan agama. Jika kita meneggok ke belakang bukankah sudah diberi contoh oleh para pemuda terdahulu dari mulai Nabi, parasahabat hingga sampai generasi pemuda Boedi Oetomo, mereka adalah generasi-generasi yang patut dijadikan contoh untuk meneruskan perjuangan bangsa ini.

Tentu saja untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan pemuda yang benar-benar bisa di andalka selain ilmu sosial ilmu agamapun sangat di butuhkan, dengan mengetahui ilmu keagamaan maka semua pemimpin akan menjadi seorang yang amanah terhadap tugas yang diembanya, masalah pemuda pernah di singgug oleh  K.H Zainudin M.Z  menjelaskan  untuk menghancurkan bangsa dan agama tidak perlu mengeBom atau menghancurkan  Negara tersebut tapi racuni pemudanya jika pemudanya sudah bodoh dengan sendirinay Negara akan hancur.

Begitu pentingnya peran pemuda sehingga di dalam kitab suci Al-Quran Allah Swt menyebutkan sebanyak 16 kali, salah satunya dalam surat Al- khaf:13  yang artinya Kami kisahkan kepada (Muhamad) cerita ini dengar benar, sesunguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petuntuk ( Al- khafi:13).ayat ini menunjukan bahwa benar adanya bahwasanya pemuda sangat penting keberadaanya, sebenarnya apa tugas-tugas pemuda itu? Adapun tugas pemuda Pertama Pemuda adalah sebagai cadangan maksudnya pemuda sekarang adalah sebagai pengganti pejuang-pejuang terdahulu, Kedua sebagai agen perubah maksudnya pemuda adalah agen perubah keadaan, dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik bukan malah sebaliknya. Ketiga sebagai Da`I  karena setiap kita adalah Da`I dari sejak lahir kita sudah punya kewajiban untuk menjadi Da`i atau seorang pemimpin, tentu saja pemimpin yang jujur, beriman dan mempunyai akhlak yang mulia sehingga bisa di jadikan teladan bagi generasi yang akan datang.

Semua itu dibebankan kepada pemuda karna dalam jiwa muda terdapat beberapa karakter, Pertama pemuda mempunyai kekuatan inisiatif tinggi, seorang pemuda mempunyai semangat dan inisiatif tinggi untuk mencetuskan gagasan atau ide, seperti halnya yang pernah di contohkan oleh Rosululah Saw, Kedua pemuda memiliki kekuatan untuk bergerak, sudah menjadi karakter seorang pemuda jika melihat sesuatu mereka ingin segera melakukan reaksi saat melihat sesuatu yang di rasa tidak sewajarnya, Ketiga pemuda memiliki kekuatan fikriah, pemuda memiliki fikirang yang mampu untuk mencetuskan ide dan gagasan.

Dari ke tiga sifat yang sebenarnya ada pada diri setiap pemuda itu lah pemuda di angap sanggup untuk memikul beban yang berat dan kini Sudah saatnya kebangkitan bangsa dan agama  kita mulai dari saat ini saya yakin pemuda-pemudi bangsa ini mampu untuk menjalankan syariat agamanya, selain itu untuk mewujudkan kebangkitan bangsa dan agama memerlukan pemuda siap mental, ilmu pengerahuan dan juga harus meninggalkan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan mereka dalam keterpurukan misal, mabuk-mabukan, Narkoba, tawuran harus segera di hilangkan agar tidak timbul suatu asumsi bahwa pemuda perusak bangsa dan agama.

Oleh : Iwan Rosadi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah