Opini

Pemuda Kreatif Taklukan Ekonomi Global

IMG_6456Oleh : Fitriani Wulandari

Mahasiswa Jurnalisik/Fakultas Dakwah dan Komunikasi

 

Di era Modern ini semua teknologi bisa kita nikmati, mulai dari handphone yang memiliki bermacam-macam brand dengan keuntungan masing-masing. Selain handphone, teknologi seperti laptop juga semakin banyak variasinya dari berbagai merek. Yang menjadi pertanyaan dari berbagai teknologi tersebut adakah produk Indonesia?.

Realitanya masyarakat Indonesia Dominasi menggunakan produk luar negeri. Dengan alasan kualitas lebih bermutu dibanding produk negeri sendiri. Meskipun harga produk luar negeri mahal, masyarakat tetap menggunakan produk tersebut. Malahan mereka berlomba-lomba untuk memiliki produk tersebut dengan berbagai cara. Produk bernilai mahal saja banyak digandrungi masyarakat Indonesia apalagi produk luar yang bernilai murah seperti produk Cina, yang harganya bisa dijangkau dan memiliki fasilitas yang lebih meskipun mutu barang tersebut tidak bisa terjaminkan kualitasnya.

Menganut sistem ekonomi terbuka dan adanya pasar bebas merupakan munculnya produk luar di Indonesia saat ini. Dengan sistem ini, mulai produk berupah barang, makanan dan fashion semua bisa masuk di negeri ini. Tahun 2015 bangsa Indonesia akan menghadapi puncaknya perdagangan bebas wilayahASEANatau ASEAN Free Trade Area (AFTA) , yang mana Indonesia harus siap melakukan persaingan yang ketat untuk perekonomian Indonesia. Meskipun sebenarnya kesepakatan Indonesia dalam perjanjian organisasi perdagangan bebas yang biasa disebut World Trade Organization (WTO) masih menuai kontroversi. Karena sebagian kalangan menilai Indonesia belum layak turut serta dalam perdagangan bebas. Namun, karena Indonesia terlanjur menyetujui perjanjian WTO, maka mau tidak mau Indonesia harus menyiapkan diri menyongsong perdagangan bebas. Inilah harga yang harus dibayar akibat menganut sistem ekonomi terbuka.

Sebagian dari pengambil kebijakan Indonesia (pemerintah) percaya pada manfaat perdagangan bebas juga, terbukti dari tarik-ulur yang kadangkala muncul di media massa kita. Perhitungan ekonomi politik pastilah penyebab tarik-menarik ini. Harus diakui pembuatan kebijakan memang perlu perencanaan dan perhitungan yang matang. Seiring dengan munculnya perdagangan bebas itu, nasionalisme dan proteksionisme menjadi lebih terlihat. Jadi, isu nasionalisme dalam konteks perdagangan pun semakin penting. Hal ini bertujuan agar produk Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk menghadapi perdagangan bebas ini Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda Indonesia yang kreatif untuk menciptakan teknologi dan makanan khasIndonesia yang inovatif. Makanan Indonesia adalah salah satu andalan kita untuk menaklukkan perdangangan bebas ini karena selain memiliki rasa yang khas dan kaya rasa, makanan Indonesia memiliki variasi yang berasal dari daerah-daerahnya. Ide-ide pemuda yang memiliki bakat dan prestasi adalah jalan untuk taklukan perdagangan bebas dengan mengekpor produk Indonesia ke luar negeri. Selain itu untuk meningkatan kan popularitas dan mempertahankannya masyarakat Indonesia khususnya pemuda harus menggunakan produk itu sendiri, karena ini membuktikan bahwa kita mencintai produk Indonesia.

Bukti nyata pemuda yang akan menciptakan produk Indonesia adalah siswa-siswa SMK seperti terciptanya mobil SMK. Dengan dukungan permerintah karya cipta anak bangsa akan siap bersaing untuk menaklukan perdagangan bebas. Saya yakin masih ada Habibie muda di Indonnesia saat ini yang akan menciptakan pesawat seperti yang telah diciptakan pak Habibie presiden ke tiga Republik Indonesia (RI). Hal ini juga mendorong masyarakat khususnya pemuda Indonesia untuk menanam rasa nasionalisme mereka dengan menggunakan produk negeri sendiri. Dulu Para Pahlawan dengan tenaga dan darah meraka berjuang untuk menggapai kemerdekaan dan sekarang kita yang akan berjuang dengan kreatifitas untuk menaklukan perdagangan bebas, jajahan produk luar negeri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah