Opini

Pelaksanaan UN yang Salah

Oleh : Astri Anggraen

            Jika mendengar dan membahas ujian nasional (UN) yang ada dipikiran para siswa- siswi yang tentunya belum menghadapinya pasti akan merasa ogah- ogahan dan terlihat cemas di raut wajah mereka. Tapi, apa kenyataannya? Terkadang malah sebaliknya, terlihat santai karena mereka merasa tenang- tenang saja dalam hal ini berharap pasti UN nanti akan mendapatkan bocoran seperti pada tahun- tahun berikutnya.

Dalam menghadapi pengumuman kelulusan ujian nasional (UN) pun selalu menghadirkan dua sisi emosional yang sangat kontras. Di satu sisi, hampir sebagian besar pelajar yang mendapatkan kelulusan terutama di kota besar merayakannya dengan sukaria dan hura-hura berlebihan. Mulai konvoi kendaraan beramai-ramai hingga mencoret- coret baju seragam.

Di lain pihak, para pelajar yang tidak lulus menangis sejadi- jadinya, hingga tak jarang kita dapatkan berita percobaan bunuh diri karena frustrasi. Dua sisi perilaku pelajar kita seperti ini sangat disayangkan. Bagaimana tidak! Tidak bisa dibayangkan hal ini, sudah capek- capek berusaha belajar 3 tahun untuk mendapatkan nilai baik. Tiba- tiba nasibnya harus terputus hanya karena tidak lulus UN. Jadi rasanya semua yang kita kerjakan selama ini sia- sia saja. Orang yang pintar pun belum tentu bisa lulus dan orang bodoh bahkan jarang masuk bisa lulus karena keberuntungannya. Dunia pendidikan seharusnya jauh dari bingkai kejadian seperti di atas..

Alasan pemerintah mengadakan UN ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Nyatanya omong kosong malah selalu terjadi kecurangan yang dilakukan setiap tahunnya dan pemerintah tidak pernah peduli serta tutup telinga dengan semua akibat dari hal ini.

Padahal dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dengan jelas disebutkan sebuah alasan dibentuknya sebuah pemerintahan negara Indonesia yaitu “Untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa”

Semua ini malah menjadi program pemerintah itu menjadi hal yang berdampak negatif, membuat anak- anak bangsa menjadi bertambah bodoh dan merusak moral bukan mencerdaskan. Selalu tertulis di setiap soal UN bahwa soal Ini merupakan Rahasia Negara, toh selama ini malah soal itu selalu bocor dan diperjual belikan. Guru- guru di sekolah mereka yang sibuk mencari dan menjawab pertanyaan karena mereka tahu kemampuan dari siswa- siswinya. Sedangkan siswa- siswi itu sendiri hanya enak- enakan menunngu datangnya jawaban.

Dari tahun ke tahun pemerintah terus mengubah kurikulum sehingga jumlah paket soal  di tahun 2013 ini menjadi 20 paket. Soal dibuat satu paket dengan lembaran jawaban kerja (LJK), sehingga satu LJK tidak bisa tertukar dengan paket soalnya. Ini dilakukan untuk menekan terjadinya kecurangan. Dan nyatanya kemarin ada 11 provinsi yang sempat tertinggal 3 hari pelaksanaan dimulainya UN karena terlambatnva penerimaan soal. Banyak juga kekurangan yang terjadi pada LJK yang tipis dan nomor urutan soal yang tidak berurutan.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai uraian diatas, kita dapat melihat dan membuka telinga kita tentang mutu pendidikan di Indonesia ini. Untuk apa diadakannya Ujian Nasional (UN) bila setiap tahun pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang salah, kita harus selalu melakukan dosa dan kecurangan, bukannya mencerdaskan malah membodohkan. Membuat mental anak bangsa menjadi turun dan ketakutan saat mendengar apalagi menghadapinya. Banyak sisi negatif yang dapat kita ambil dari hal ini. Bahkan anehnya, pemerintah tidak mau peduli dan menutup telinga dalam menanggapinya. Untuk apa kita belajar selama 3 tahun bila nasib kelulusan kita harus terputus dan diadili di UN yang diadakan hanya 4 hari ini dan untuk apa hasilnya coba kita mendapatkan nilai hasil dari UN dengan angka 9 bahkan 10, toh kita nanti masih mengikuti test juga untuk melanjutkan pendidikan berikutnya. Sebaiknya yang dilakukan pemerintah adalah memperbaiki kinerja dalam pelaksanaan UN sehingga tidak terjadi kesalahan dan menimbulkan dampak negatif yang lebih banyak lagi.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah