Rektorat

PBAK 2017 : Pancasila Peran Penting Kesatuan bangsa

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto M.Si, menyampaikan materinya mengenai empat pilar kebangsaan, pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2017 di gedung Academic Center (AC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Senin (7/8/17). Ukhuwahnews/Nuzul Hidayat.

Foto Bersama- Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto M.Si berfoto bersama Rektor UIN RF, Prof Drs H M Sirozi MA PhD beserta jajaran, serta Ketua Umum Demau, Agus Suherman Tanjung, dan mahasiswa baru UIN RF, pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2017 di gedung Academic Center (AC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Senin (7/8/17). Ukhuwahnews/Nuzul Hidayat.

UIN – Ukhuwahnews.com | Melihat kondisi keberagaman di Indonesia yang seringkali menyebabkan akan terjadinya berbagai konflik, untuk mengatasinya dapat dengan memperkecil perbedaan dan memperbesar kebersamaan. Demikian ujar Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto M.Si mewakili Kapolri, saat membuka sekaligus mengisi materi pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2017 di gedung Academic Center (AC) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Senin (7/8/17).

Dalam materinya, Agung menyampaikan pancasila yang merupakan salah satu dari empat pilar kebangsaan yang digunakan sebagai tema PBAK 2017, menjadi peran penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Empat pilar kebangsaan itu adalah UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila,” katanya.

Agung menambahkan dengan empat kebangsaan akan terwujud persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa hingga bangsa NKRI.

Ketua Umum Dewan Ekskutif Mahasiswa (Demau) UIN RF, Agus Suherman Tanjung mengatakan bahwa agenda PBAK hari pertama dimulai pukul 09.00 hingga selesai, selama tiga hari yang akan diisi oleh pemateri yang berbeda.

“Hari ini pematerinya dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), hari kedua dari Wakil Rektor I dan wakil Rektor II UIN RF, dan pada hari ketiga oleh Komisi pemberantas Korupsi (KPK),” ujarnya.

Gedung AC melebihi kapasitas, yang seharusnya hanya mampu menampung 3.000 orang, tetapi diisi oleh 4.155 peserta PBAK Pancasila 2017 sehingga kegiatan kurang kondusif. Agus Suherman Tanjung berharap adanya pembaruan pada gedung AC.

“Harapan untuk kedepannya agar gedung AC ini diperbarui, agar dapat menampung lebih banyak orang untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya,” ungkapnya

Mahasiswi jurusan Perbankan Syariah, Yuliriasi menyatakan kekecewaannya atas batal hadirnya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk mengisi materi pada pembukaan PBAK Pancasila 2017.

“Ya kecewa beliau tidak jadi datang, namun untungnya ada pengganti yang tetap menyampaikan materi, sehingga kami tetap mendapatkan wawasan dari kepolisian,” tuturnya.

Reporter : Tia, Tdm

Editor : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah