Editorial

Kakak Damping Acuh Peserta Perisai Bolos

UIN-Ukhuwahnews.com I Khususnya kakak damping seakan tidak bertanggung jawab atas tugasnya mendampingi Maba, Hal inilah yang diungkapkan oleh Ketua Forum Mahasiswa Bahasa (Formasa), Bujang, Rabu (3/9/15) di Lapangan Bola Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Bujang juga menambahkan,“seharusnya, kakak damping itu mengkoordinir dengan baik Maba dan mengarahkan sesuai time schedule acara,” jelasnya.

Hal ini juga didukung oleh pihak keamanan acara Ospek Perisai, Resimen Mahasiswa (Menwa), Miftahul Tsaniah, ia membetulkan bahwa panitia, khususnya kakak damping harus tetap mengkoordinir Maba.

“Dari pantauan kami, memang kakak damping itu hanya nongkrong-nongkrong saja. Maba dibiarkan lalu lalang keluar dari AC,” kesalnya.

Tsaniah juga tidak membantah, bahwa Maba yang jumlahnya membeludak sampai 3962 ini, membuat pihak keamanan dan juga panitia gelabakan.

“Tapi kami sudah berusaha menjaga suasana kondusif,” terangnya.

Namun, ketika crew ukhuwah konfirmasi tentang banyak keluhan tersebut, Ketua Acara Ospek Perisai, Muhram, tidak menapik berbagai macam keluhan itu. Ia sadar tidak semua panitia menjalankan tugasnya.

“Apalagi kakak damping, mereka kewalahan melayani anggotanya disetiap kelompok. Ini

Foto:Janero. Beberapa peserta ospek terlihat sedang membeli makanan, meski kegiatan ospek sedang berlangsung di Gedung Akademic Center UIN Raden Fatah Palembang. Dengan alasan tidak kebagian snack dan bosan dalam ruangan AC. Kamis (3/9/15).

Foto:Janero.
Beberapa peserta ospek terlihat sedang membeli makanan, meski kegiatan ospek sedang berlangsung di Gedung Akademic Center UIN Raden Fatah Palembang. Dengan alasan tidak kebagian snack dan bosan dalam ruangan AC. Kamis (3/9/15).

acara besar, jadi mengkoordinir seluruhnya terkadang ada terlewatkan,” ujarnya dengan muka dingin.

Saat crew ukhuwah menanyakan alasan Maba yang banyak keluar dari AC, Nurhafni salah satu peserta ospek Perisai, menjelaskan ia sangat bosan suasana di AC. Selain itu, suasana panas dan gerah membuatnya sangat tidak nyaman.

“Bukan itu saja, untuk makanan saja sebagian dari kami tidak dapat bagian,”kesalnya.

 

*Mcr, Itn

*Ed. Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah