H Harnojoyo (Walikota Palembang) didampingi istrinya Hj Selviana Harnojoyo disambut dengan musik seni Putra Angklung Kencana asal Jawa Barat pada Peresmian Pedestrian Wisata Sudirman Kota Palembang, Rabu,(22/03/17).Ukhuwahnews/Sobarudin.

UIN-Ukhuwahnews.com | Menyambut perhelatan Asian Games 2018, Walikota Palembang, H Harnojoyo melakukan perancangan destinasi wisata, salah satunya dengan diresmikannya Pedestrian Wisata Sudirman, di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, Rabu,(22/03/17).

“Presiden Republik Indonesia telah memberikan mandat untuk mempercepat pembangunan di Palembang, karena palembang akan menjadi tuan rumah bagi Indonesia, oleh sebab itu Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sedang menyiapkan rancangan destinasi wisata,” ungkapnya.

Harnojoyo menjelaskan beberapa destinasi wisata telah terencana diantaranya akan mempromosikan Kampung Kapitan, kemudian Jembatan Ampera akan ditutup dan dijadikan tempat wisata kuliner setelah Jembatan Musi empat dan Jembatan Musi enam rampung.

Ia menambahkan beberapa ruko akan di buka pada malam hari, dan pada Tahun 2018 diharapkan semuanya dapat selesai. Sehingga pengamen sudah memiliki tempat mengekspresikan profesinya, karena menurut Harnojoyo, mengamen haruslah dengan cara yang elegan, agar memiliki kesan yang baik bagi tamu nantinya.

“Dengan dibukanya Pedestrian wisata Palembang ini maka diharapkan masyarakat dapat mengekspresikan seni mereka dan ditampilkan di depan umum. Sehingga ketika Asean Games 2018 nanti pedestrian wisata ini bisa menjadi tempat momentum bagi kita,  dan  dapat menarik tamu-tamu asing yang datang,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara terdapat banyak kegiatan seru yang dipertontonkan kepada masyarakat, seperti pantomim, biola, lukisan wajah, cosplay, pertunjukan angklung, puisi, tarian, hingga jajanan khas Palembang.

“Saya berharap agar warga Kota Palembang dapat menjaga tempat wisata ini, sehingga bisa terus  menikmati hiburan malam di Pedestrian Sudirman ini,” katanya.

Salah satu pengisi acara angklung, Lucky mengungkapkan kebanggaannya bisa tampil dan mempertunjukkan salah satu kebudayaan Indonesia sehingga masyarakat tidak asing dengan kebudayaan negara sendiri.

“Kami diundang langsung oleh Dinas Pariwisata, karena di Palembang sendiri hanya ada dua komunitas angklung yaitu Putra Kencana dan Harmoni. Dan alhamdulillah, kami terpilih. Dengan tampilnya kami dalam acara ini, diharapkan agar masyarakat lebih mencintai alat musik negara Indonesia ketimbang kemodernan. Kami juga mengajak masyarakat untuk melestarikan seni dan budaya, angklung adalah salah satu alat musik yang mudah dan seru untuk dimainkan,” ujarnya.

Senada dengan Lucky, salah satu pemeran pantomim, Ahmad Joni Arla mengungkapkan kegembiraannya dapat mempertunjukkan pantomim ke publik.

“Sebenarnya, pemerintah ingin mengadakan Pedestrian Wisata Sudirman ini pada malam minggu. Tapi kami merekomendasikan untuk diadakan pada hari ini (22/03) karena bertepatan dengan hari pantomim sedunia. Karena komunitas pantomim hanya ada di Palembang, jadi saya berharap masyarakat dapat antusias dengan pegelaran ini. Sehingga dapat mencintai dan melestarikan budaya kita,” tuturnya saat diwawancarai.

Salah satu pengunjung yang antusias dengan acara ini, Taufik berharap bahwa dengan adanya pertunjukan seni ini dapat membangkitkan kembali jalan sudirman yang biasanya hanya berdiri deretan Rumah Toko (Ruko).

“Acaranya bagus, dimulai dari tari tanggai hingga jajakan kuliner semuanya lengkap. Dengan adanya wisata seperti ini, maka anak-anak muda bisa lebih mengenal budaya mereka. Tidak hanya tahu budaya luar, tapi juga bisa melestarikan budaya kita. Wisata ini juga bisa dikatakan menghidupkan kembali jalan sudirman yang telah mati. Contohnya, selama ini hanya ada ruko, tapi kalau sudah ada pedestrian wisata kan bisa jadi seperti di Malioboro,” ucapnya.

Reporter : Spt.

Editor : Wfi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah