Opini

Negara Kaya Rakyat Sengsara

 

Ilustrasi BBM, Net

Ilustrasi BBM, Net

Oleh: Reni Hikmalia

BBM ( Bahan Bakar Minyak ) Sampai saat ini selalu jadi momok untuk masyarakat saat banyak perbincangan mengenai kenaikan harga BBM, dan itu memang sudah menjadi bahan objek pemikiran dikalangan masyarakat saat ini. Tentunya pemikiran tersebut didasari kerena BBM merupakan kebutuhan yang memang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyrakat.

Jika saatnya pemerintah benar-benar mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM, tentunya kebutuhan yang mau tak mau harus tetap di penuhi semisal kebutuhan BBM untuk kendaraan pribadi akan mengenakan pengeluaran yang lebih besar dari sebelum,  tak hanya itu selain pengeluaran untuk kendaran pribadi meningkat, secara otomatis biaya operasi kendaraan umum pun akan meningkat dan membebani kebutuhan masyarakat dalam bertransportasi.

Di kutip TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – “Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Andriyansah mengatakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas pada naiknya tarif angkutan umum”.  BBM ( Bahan Bakar Minyak ) Sampai saat ini selalu jadi momok untuk masyarakat saat banyak perbincangan mengenai kenaikan harga BBM, dan itu memang sudah menjadi bahan objek pemikiran dikalangan masyarakat saat ini. Tentunya pemikiran tersebut didasari kerena BBM merupakan kebutuhan yang memang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat.

Sedangkan untuk angkutan perkotaan yang menggunakan premium, kenaikannya lebih besar lagi pengaruhnya. Direncanakan harga BBM premium naik Rp 2 ribu menjadi Rp 6,5 ribu, atau naik sekitar 45 persen, ditambah lagi operating cost sebesar 22 persen. Sehingga kenaikan tarif akan lebih besar pada angkutan kota yang menggunakan premium.

Oleh karena itu, organda memohon kepada pemerintah memerhatikan bahwa dampak kenaikan BBM ini signifikan terhadap biaya operasional dan tarif angkutan umum. Pemerintah sudah selayaknya memberikan insentif pada angkut umum, supaya tarif yang diperlukan untuk menutupi operasional agar tarif tidak terlalu tinggi dan tidak membebani masyarakat.

Subsidi yang diberikan pemerintah malah menjadi beban untuk pemerintah dan negara kita sendiri. Indonesia memang kurang canggih dalam mengatur tingkat pemakaian BBM. Oleh sebab itu, kekayaan yang ada di Indonesia belum bermanfaat dengan sebagaimana yang semestinya.

Dicontohkan dari negara tetangga seperti Singapure, Malaysia, negara mereka mampu mengatur jalannya transportasi mereka dengan canggih, itu pun didukung dengan pemerintah yang kreatif dan inofatif dalam mengatur sebuah negara tetapi bukan pemerintahnya saja itu pun harus didukung dengan masyarakat yang mempunyai sikap saling menjaga dan mentaati aturan yang ada.

Dalam pemerintahan sendiri telah tertulis Indonesia mampu mebuat program yang bagus dalam mengatur jalannya sebuah pemerintah yang baik, tetapi dalam menjalankan pemograman tersebut sering tersendak akibat masalah yang terus bertumpukan di negara yang kaya ini.

Sejatinya, masyarakat hanya menerima realita yang ada di negara ini. Masyarakat hanya pasrah untuk menghadapi suatu realita yang selama ini harus dijalani sesungguhnya. Tinggal pemerintah bagaimana memperbaiki negara ini, bukan hanya duduk dikursi mewah sambil memejamkan mata dengan menghirup aroma kehidupan yang haram, yang ingkar dengan janji-janji palsu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah