Kajian- Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chapter kampus secara rutin mengadakan kegiatan Dirosah Islamiyah. Bertempat di Masjid Misabahudin, Dirosah Islamiyah minggu ini (02/10/2016) mengangkat tema “Ketika Cahaya Islam Menyapa”. Dalam penyampaian materinya, Sri Dewi, S.E.I menjelaskan tentang manusia yang hendaknya berhijrah. Doc. HTI

Kajian- Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chapter kampus secara rutin mengadakan kegiatan Dirosah Islamiyah. Bertempat di Masjid Misabahudin, Dirosah Islamiyah minggu ini (02/10/2016) mengangkat tema “Ketika Cahaya Islam Menyapa”. Dalam penyampaian materinya, Sri Dewi, S.E.I menjelaskan tentang manusia yang hendaknya berhijrah. Doc. HTI

Palembang- Ukhuwahnews.com  l  Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chapter kampus secara rutin mengadakan kegiatan Dirosah Islamiyah atau belajar tentang islam setiap minggunya. Bertempat di Masjid Misabahudin, Dirosah Islamiyah minggu ini (02/10/2016) mengangkat tema “Ketika Cahaya Islam Menyapa”.

Dalam penyampaian materinya, Sri Dewi, S.E.I menjelaskan tentang manusia yang hendaknya berhijrah. Berhijrah dari segala sesuatu kelakuan pribadi ataupun sifat yang buruk beranjak kepada kebaikan.

“Setiap manusia hendaknya berhijrah. Hijrah maksudnya adalah berpindah. Berpindah dari yang sebelumnya buruk kepada yang baik,” jelasnya.

Sri Dewi memberikan contoh seorang perempuan dalam Islam yang diwajibkan untuk mengenakan kerudung dan jilbab. Seperti yang diterangkan dalam Al-qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 yang mewajibkan perempuan muslim untuk menutup aurat.

“Allah swt. mewajibkan wanita muslim untuk menutup aurat. Menjulurkan Jilbabnya ke seluruh tubuh. Semua diterangkan Allah dalam Al-qur’an yaitu surat Al-Ahzab ayat 59. Sudah sangat jelas artinya mewajibkan perempuan muslim menutup aurat. Tetapi masih banyak yang tidak melaksanakan. Bukankah kita seharusnya Sami’na wa atho’na (Kami dengar dan kami taat) bukan malah sebaliknya Sami’na wa ashoina (kami dengar dan kami mengabaikan),” lanjutnya.

Sri dewi menerangkan bahwa Allah swt. tidak hanya sebagai Al-Khalik (Pencipta) tetapi juga sebagai Al-Mudabbir (Pengatur).

“Allah swt. adalah Al-Khalik atau pencipta. Tidak hanya menciptakan Allah juga adalah Al-Mudabbir, mengatur segala urusan kehidupan manusia. Mulai dari manusia bangun dari tidur sampai bangun Negara,” tukasnya.

Kegiatan Dirosah Islamiyah diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di kota Palembang. Tidak hanya mahasiswa yang tergabung dalam MHTI saja. Namun, juga dihadiri seluruh kalangan mahasiswa putri.

Devi, salah seorang peserta dari Universitas Negeri Islam Raden Fatah (UIN RF), yang mengikuti Dirosah Islamiyah merasa tertarik dan sangat bersemangat.

“Ini pertama kalinya saya ikut Dirosah Islamiyah. Saya pribadi merasa banyak mendapat pengetahuan, apalagi ditayangkan video tentang peradaban Islam dimasa lalu. Bahwa ternyata Islam itu dulu ternyata pernah Jaya di masanya. Tapi, melihat jaman sekarang tidak ada lagi pemimpin seperti Kalifah seperti dulu,” katanya.

Namun ada satu hal yang membuatnya kurang setuju dari yang disampaikan oleh pemateri yaitu tentang perempuan yang mengenakan kerudung yang lebar.

“Saya setuju dengan yang disampaikan pemateri, namun ada satu hal yang kurang saya setujui yaitu saat dijelaskan masalah wajib memakai jilbab dan kerudung yang lebar. Menurut saya untuk memakai kerudung lebar itu harus dari hatinya, tidak bisa dipaksakan. Iya sih memang ada dijelaskan dalam Al-qur’an. Tapi menurut saya orang yang berjilbab dan berkerudung panjang itu belum tentu semuanya baik, masih ada juga yang kurang baik,” tutupnya.

 

Reporter : Wfi

Editor : Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah