Universiana

Meningkatkan Akreditasi Dengan Angket Alumni

Dari keempat prodi, prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) adalah prodi yang telah terakreditasi B. Berarti prodi KPI dan BPI telah memiliki status baik dan diakui. Tahun 2013 fakultas dakwah membentuk panitia angket alumni yang kegiatan ini berkaitan dengan KPI dan BPI.

Achmad Syarifuddin selaku ketua panitia pengisian angket alumni mengatakan bahwa pengisian angket ini merupakan proses untuk memperpajang akreditasi prodi KPI dan PBI. Kegiatan ini melibatkan alumni seluruh angkatan. Angket tersebutkan akan diberikan kepada pimpinan lembaga atau perusahaan  dimana alumni tersebut bekerja. Hasil dari angket tersebut dimuat dalam Borang dan akan dikirim pada tanggal 14 februari 2013 ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN-PT).

“ angket dibagikan kepada  10 alumni dari 5 alumni KPI dan 5 alumni BPI, masing – masing alumni mendapatkan 10 angket. Pada awalnya selembaran angket tersebut akan diisi difakultas dakwah, dan alumni sudah kami hubungi tapi kenyataannya setelah beberapa hari tdak ada yang datang, oleh sebab itu kami memutuskan untuk membagikan angket tersebut ke masing – masing alumni,” ujar Mirna Ari Mulyani sebagai panitia pengelolah angket.

Jumat 15 februari pukul 13.30 wib. Tim buletin musi menemui Kusnadi selaku Dekan fakultas dakwah mengatakan bahwa pengisian angket alumni ini adalah proses untuk meningkatkan dan sekaligus memperpanjang akreditasi prodi KPI dan BPI. Selain proses pengisian angket alumni masih ada lagi proses sebagai syarat dalam akreditasi dari BAN-PT yaitu bagaimana alumni berkipra diintansi, dosen harus ada sesuai bidang nya dan  bagaimana keberadaannya, bagaimana mahasiswa itu dilibatkan dalam penelitian, karena kelemahan dari kita itu adalah tidak melibatkan mahasiswa dalam penelitian, waktu itu pernah diadakan penelitian tapi hanya berupa pengambilan data.

Saat tim buletin mengkonfirmasi kepada salah satu alumni Syaifudin mengenai pengisian angket alumni mengatakan bahwa beliau belum menerima angket tersebut.

“ fakultas dakwah menurut saya dari tahun ketahun sangat bagus karena alumni – alumni tidak hanya menjadi pencerama yang biasa orang nilai tapi juga ada yang jadi politikus, wartawan dan dibidang lainnya, saya harap fakultas dakwah dapat menjalin kerja sama dengan lembaga lain agar mahasiswa dapat terkoneksi setelah lulus dari IAIN”, tambahnya.

Kesulitan dalam menghubungi para alumni sehingga membuat pembagian angket yang tidak merata. Dalam hal ini Muhammad Arung Samudra salah satu mahasiswa jurusan (BPI) angkatan 2012 mengatakan bahwa pembagian dari 10 angket untuk satu alumni adalah hal yang tidak sportif, karena alumni yang lain tidak bisa terlibat, seharusnya pihak panitia bisa menghubungi seluruh alumni dan fakultas dakwah seharusnya menyimpan data – data alumni,“ saya setuju dengan angket sebagai penilaian pimpinan untuk alumni yang bekerja di lembaga tersebut dan  saya juga berharap fakultas dakwah khusus BPI lebih baik lagi kedepannya,” tambahnya.

Oleh : Fitri, Robi, Supardi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah