Sedang berlangsungnya diskusi antara Wakil Rektor III UIN RF, Rina Antasari dengan perwakilan mahasiswa dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) serta pengurus Dema dan Sema-U Tahun 2015 sebelumnya membahas draf Pedoman Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) menjelang Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Tahun 2016, di Gedung Rektorat UIN RF, Selasa (8/11).

Sedang berlangsungnya diskusi antara Wakil Rektor III UIN RF, Rina Antasari dengan perwakilan mahasiswa dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) serta pengurus Dema dan Sema-U Tahun 2015 sebelumnya membahas draf Pedoman Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) menjelang Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Tahun 2016, di Gedung Rektorat UIN RF, Selasa (8/11).

UIN-Ukhuwahnews.com | Pimpinan Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan saran dan pendapat menanggapi draf Pedoman Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) menjelang Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Tahun 2016 disampaikan dalam agenda Temu Saran dan Pendapat Pengurus KPUM, di Gedung Rektorat UIN RF, Selasa (8/11).

Agenda tersebut membahas isi pedoman KPUM yang didalamnya akan menjadi acuan bagi mahasiswa dalam Pemira, guna memilih jajaran Dewan Ekskutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) dan Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) yang akan dilaksanakan Bulan Desember mendatang.

Mahasiswa UIN RF, Khairul Fanni mengatakan bahwa ia mempertanyakan atas dasar serta apa yang menjadi landasan sehingga pedoman dan peraturan KPUM tersebut dibuat oleh pimpinan UIN RF.

“Pihak pimpinan tidak mempunyai hak ikut campur dalam persoalan Pemira, pedoman dan peraturan yang dibuat tidak sesuai dengan porosnya, sudah jelas didalam peraturan Kementerian Agama bahwa yang berhak membuat peraturan KPUM tersebut adalah mahasiswa, dan peraturan ini tidak rasional, bahkan batal oleh hukum,” katanya.

Dilain tempat, Mantan Presiden Mahasiswa Tahun 2015, Arif Setiawan mengatakan bahwa pedoman yang dibuat oleh pihak rektorat tersebut tidak jelas, menurutnya KPUM tersebut merupaka kegiatan mahasiswa yang didalamnya pihak rektorat tidak perlu ikut campur.

“Kami tidak dilibatkan dalam pembuatan pedoman tersebut, namun seharusnya pembuatan maupun pembentukan KPUM tersebut dilakukan oleh Sema-U,” ujar Arif saat ditemui Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (10/11).

Dia berharap kedepannya yang menjadi pengurus Dema-U jangan sampai mematikan demokrasi kampus, serta mengawal aspirasi mahasiswa.

Bertindak sebagai fasilitator, Irham mengungkap bahwa tidak ada kepentingan apapun dalam pembentukan KPUM, pihak pimpinan hanya membantu dalam hal pelaksanaan Pemira tahun ini.

“Kita membangun UIN RF ini berdasarkan statuta yang baru, pedoman ini dibentuk harapannya bukan untuk saat ini, tapi untuk kampus baru nanti, untuk adik-adik mahasiswa dua tiga tahun mendatang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UIN RF, Rina Antasari menegaskan bahwa pedoman KPUM ini dibuat karena kekosongan kepimpinan sebelumnya, bukan atas dasar kepentingan, tapi karena pada Tahun 2016 ini UIN RF yang sebelumnya masih dalam masa transisi menjadi universitas.

“Rektor lama, wakil rektor, seluruh pimpinan tidak bisa melantik atau melakukan Pemira, karena saat itu, pimpinan masih berstatus Penanggung Jawab Sementara (PJS), jadi tidak memiliki hak untuk melakukan Pemira,” ungkapnya.

Menurut Rina, sedangkan dalam hal membuat pedoman KPUM tersebut pimpinan UIN RF sudah berupaya bersama wakil dekan III seluruh fakultas, juga mendengarkan masukan-masukan mahasiswa yang datang ke ruangannya.

“Pimpinan melakukan pembuatan pedoman tersebut merujuk pada peraturan umum yang tercantum terakhir, pedoman organisasi kemahasiswaan Tahun 2013, mengatakan hal yang belum diatur dalam ketentuan ini boleh diatur Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) masing-masing,” tuturnya.

Agenda temu saran dan pendapat tersebut dihadiri oleh seluruh wakil dekan III, mahasiswa dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) serta pengurus Dema dan Sema-U Tahun 2015 sebelumnya berakhir dengan kesepakatan antara pimpinan dan mahasiswa UIN RF akan ditinjau kembali beberapa peraturan yang memberatkan KPUM.

Reporter : Mcr

Editor : Von

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah