Kabar Sumsel

Mahasiswa UIN RF Bunuh Diri, Motif Belum Jelas

Tampak garis Polisi mengelilingi kontrakan korban bunuh diri, di Jl. Letnan Simanjuntak Lr. Masjid RT. 09 RW. 04 Kel. Pahlawan Kec. Kemuning Palembang,Rabu (26/04/2017). Ukhuwahnews/Maya.

Palembang-Ukhuwahnews.com |Ditemukan tewas bunuh diri dikamar kostnya beralamatkan di Jl. Letnan Simanjuntak Lr. Masjid RT. 09 RW. 04 Kel. Pahlawan Kec. Kemuning, Palembang, MS (18) Mahasiswa Jurusan Program Studi (Prodi) Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, semester dua Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, sampai saat ini belum diketahui motif yang jelas mengenai bunuh diri yang dilakukan korban.

Korban ditemukan gantung diri di terali jendela kamar tidurnya, dengan menggunakan jilbab berwarna putih abu-abu motif garis. Seusai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Saat ditemui oleh Kru Ukhuwah, Pukul 07:45 Rabu (26/04/2017), pemilik kontrakan, Sya’diah yang sedang sibuk membersihkan rumahnya, menceritakan kronologisnya kepada Kru Ukhuwah. Menurutnya, pada sore hari menjelang maghrib, MS masih bercanda bersama teman kostnya Rara Ria Ariska (19) dan Tri Ayu (18). Kemudian karena merasa lapar, pada pukul 19:45 Rara dan Ayu membeli makanan keluar kecuali MS.

“Ayu dan Rara keluar membeli makanan kecuali MS yang tidak ikut keluar, kedua temannya sempat menanyakan kepada MS ‘ingin ikut keluar membeli makanan atau dibungkus saja’ kemudian MS menjawab, ‘tidak mau ikut karena diluar masih hujan dan banjir’. Sekitar Pukul 20:45 Rara dan Ayu kembali ke kontrakan, namun ketika akan masuk pintu depan kontrakan dikunci rapat. Ayu dan Rara terus berusaha membuka pintu dengan cara mengetuk pintu dan jendela,” kata Sya’diah.

Ia menambahkan, karena MS di dalam kontrakan tidak merespon panggilan dari teman-temannya, kemudian Ayu dan Rara menuju rumah pemilik kontrakan, Sya’diah dan Ansori, untuk meminjam kunci, dan menanyakan kepada Sya’diah, kemungkinan ia melihat MS keluar kontrakan atau tidak.

Mendengar informasi tersebut, Syadiah mencoba menelpon MS berkali-kali namun tidak diangkat. Setelah sampai di tempat, kedua teman korban meminta bantuan kepada teman kontrakan disebelahnya, untuk mengintip dari sela lobang, dan terlihat kunci pintu. Karena merasa masih bisa dijangkau, kemudian Ayu dan Rara serta Mega teman sebelah kontrakan, mencoba menjatuhkan kunci pintu menggunakan alat seadanya dan mengambil kunci yang terjatuh dari ruang bawah pintu.

“Setelah pintu depan terbuka, Rara dan Ayu mencoba mencari MS di dalam kamar, namun ketika mencoba membuka pintu kamar ternyata pintu kamar juga terkunci rapat,” tuturnya.

Melihat kondisi pintu kamar terkunci dari dalam, kemudian kedua teman korban mencoba mencari tahu melalui lobang yang ada di pintu kamar, dan kagetnya terlihat korban dalam posisi leher tergantung pada kain jilbab yang terikat di terali jendela kamar.

Karena panik melihat kondisi korban yang tergantung di terali kamar, Rara secara spontan berteriak sehingga membuat tetangga yang berada di dekat kontrakan terkejut dan berdatangan ke kontrakan. Melihat kejadian tersebut, Cekwan selaku ketua RT 09 segera menghubungi Polisi Sektor (Polsek) Kemuning, setibanya Polsek Kemuning di TKP, pintu kamar kontrakan dibuka secara paksa.

Menurut Sya’diah, Mega tetangga kontrakan MS, saat kejadian tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan terdengar, hal tersebut karena ia sibuk mengerjakan tugas kuliah sambil menonton TV di ruang tengah.

Sya’diah mengenang bahwa MS sebagai anak yang baik di kontrakan miliknya, ia selalu memperhatikan sikap keseharian anak-anak kostannya, MS lebih pendiam dibanding kedua temannya, Rara dan Ayu.

“Terakhir saya melihat dia itu (MS), pagi Selasa (25/04/17) saat saya ajak mereka bertiga sarapan pagi di rumah, dia mengambil nasi goreng dan mi goreng,” ujar Sya’diah

Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan, belum diketahui adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak forensik RS Bhayangkara Palembang.

Reporter : Itn

Editor : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah