Mahasiswa Hukum UIN RF Berbagi Kepedulian Terhadap Anak Down Syndrome

Sejumlah anak Down Syndrome sedang mengikuti acara Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia, yang diadakan mahasiswa Hukum Pidana Islam 1 Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Palembang, Rabu (27/03/19). Ukhuwahfoto/ Yuni Rahmawati.

UIN RF – Ukhuwahnews.com | “Anak Down Syndrome harus diperlakukan sama dan kita ikut peduli dengan mereka, meski mereka tidak seperti orang normal pada umumnya,” ujar Penanggung Jawab acara Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia, Irfan Nazori. Peringatan tersebut jatuh setiap tanggal 21 Maret.

Acara yang pertama kali digelar mahasiswa Hukum Pidana Islam 1 Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang angkatan 2018, bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama manusia.

“Karena kita sebagai makhluk sosial pastinya ingin diperlakukan dengan baik, begitu juga mereka,” ungkap Irfan Nazori di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembina, Rabu (27/3/19).

Lebih lanjut, Ketua Pelaksana acara, Muhammad Zaini menegaskan bahwa kepedulian pada anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut harus dilakukan oleh semua latar bekakang pendidikan.

“Ini adalah titik awal mengubah statement masyarakat, bahwa bukan cuma anak Psikologi atau Kedokteran saja yang peduli dengan mereka. Akan tetapi, semua manusia harus merangkul mereka termasuk juga bagi kami yang ikut terpanggil untuk peduli,” tuturnya.

Sebelum acara tersebut berlangsung, Zaini mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan aksi galang dana dan sudah terkumpul sebanyak delapan juta, kemudian dana tersebut diberikan ke pihak yayasan.

Sementara itu, salah satu Staf Pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembina, Yani mengatakan, acara tersebut sudah sering diadakan dan bahkan hampir setiap tahun.

“Biasanya dari mahasiswa Kedokteran. Dan sebenarnya ini kali pertama mahasiswa Hukum yang mengadakan acara seperti ini dan mengundang kami,” ujarnya.

Yani juga merasa bangga, karena masih banyak para remaja yang peduli. “Ini adalah kegiatan positif yang bisa menumbuhkan rasa semangat anak-anak,” katanya.

Kendati demikian, bagi Yani acaranya terlalu ceremony sehingga membuat anak-anak awalnya tidak kondusif. Tapi untuk keseluruhan, menurut Yani semuanya merasa senang.

Dalam acara tersebut, ada 50 anak Down Syndrome dari tiga yayasan, anatara lain : SLB Yayasan Mandiri, Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Palembang dan Yayasan 88 Palembang.

 

Reporter: Yuni Rahmawati, Siti Srijaya

Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *