Kabar Sumsel

Mahasiswa Apatis, UTP Adakan Bedah Buku Lelaki Di Tengah Hujan

 

Ibrahim Arsyad (Kanan) sedang memberikan penjelasan pada acara Bedah Buku Lelaki di Tengah Hujan, di Aula Fakultas Ekonomi, Universitas Tridinanti Palembang, Selasa (9/4/19). Ukhuwahfoto/Yuni Rahmawati.

Palembang – Ukhuwahnews.com |“Melihat zaman sekarang mahasiswa bersikap apatis, tidak merasakan kepedulian dan tidak ingin berjuang bersama dengan masyarakat,” ujar Yosua Reynaldi, selaku Ketua Pelaksana Acara Bedah Buku “Lelaki di Tengah Hujan” di Aula Fakultas Ekonomi, Universitas Tridinanti Palembang (UTP), Selasa (9/4/19).

Lanjutnya, Yosua juga mengaku bahwa mahasiswa saat ini kurang kritis dalam berpendapat, sehingga Dewan Mahasiswa UTP mengadakan bedah buku tersebut dengan harapan membangkitkan perjuangan para pemuda dan mahasiswa saat ini.

“Dari buku Lelaki di Tengah Hujan karya Wenri Wanhar inilah kami ingin membuka pikiran mahasiswa saat ini, karena kita adalah agent of change yang nantinya akan memimpin bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dilihat dari sudut pandang seorang Antropologi Universitas Indonesia (UI), Rulas mengatakan, buku tersebut mencoba membawakan sejarah dengan narasi yang mudah diterima dan menarik, sehingga orang mau mengulik sejarah dengan buku tersebut.

“Dan juga mahasiswa pada zaman dulu urgensi perjuangannya memang pada porsinya. Seperti pada tahun 98, mahasiswa memang harus memikirkan politik dan perlunya keadilan masyarakat,” ucapnya di hadapan peserta diskusi.

Salah satu peserta dari Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (Kompas), Rama Sasabone memberikan tanggapan, katanya acara bedah buku ini memberikan pelajaran dalam hal menyongsong perjuangan di masa depan.

“Dan kita juga wajib menjunjung tinggi semangat, sehingga turun ke generasi-generasi kita selanjutnya,” pungkasnya.

 

Reporter : Vandea Helga Fany, Yuni Rahmawati

Editor: Melati Arsika

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah