Artikel

Lemahnya Promosi Kopi Sumsel, Siapa yang Bertanggungjawab?

Sumber foto: Google

Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil kopi yang cukup produktif. Berdasarkan data dari  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), areal kebun lahan kopi mencapai 15.190 hektar,  menjadikan Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan lahan kopi terluas di Indonesia. Produktivitas ini juga didukung oleh para petani kopi Sumsel yang konsisten untuk menanam Kopi, dikarenakan Kopi merupakan mata pencaharian masyarakat daerah, khususnya Besemah yaitu, Pagar Alam, Semendo, Lahat, Paiker, dan bukan Besemah yaitu Empat Lawang.

Namun, dengan Lahan yang luas, dan Petani Kopi yang produktif ternyata pamor Kopi Sumatera Selatan masih tertinggal jauh dari daerah tetangganya yaitu Kopi Lampung. Hal itu dikarenakan lemahnya Promosi, ataupun pengenalan Kopi Sumsel ke dunia luar.

Lalu, siapa yang bertanggung jawab dalam mempromosikan Kopi Sumsel?

Pemerintah Sumatera Selatan telah melaksanakan beberapa kegiatan guna mempromosikan Kopi Sumsel seperti Festival Kopi pada 2015 lalu dan Coffe Jazz Festival pada 2017, namun bukan hanya Pemerintah yang bertanggung jawab mempromosikan, Petani serta komponen masyarakat lainnya juga memiliki andil yang sama dalam hal tersebut.

Petani dapat mengelolah Kopi ke tahap yang lebih lagi agar menjadi bahan jadi, atau membuat produk yang berbahan utama Kopi. Dengan kemasan yang menarik tidak menutup kemungkinan konsumen akan tertarik dan mengunggahnya di media sosial yang secara tidak langsung telah memperkenalkan produk tersebut ke dunia luar.

Peran Pemerintah Sumatera Selatan adalah memberikan pelatihan atau membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah penghasil kopi tersebut. Dengan langkah yang perlahan namun berkesinambungan akan terwujud cita cita warga Sumatera Selatan memiliki kopi yang berkualitas dan dikenal.

Mempromosikan Kopi Sumatera Selatan merupakan tantangan bagi warga lokal itu sendiri seperti yang disampaikan oleh Gatra, salah satu penikmat Kopi Sumsel “Kopi Sumsel itu nikmat, orang luar sumsel harus tau kenikmatannya, dan ini merupakan tantangan bagi kita semua, warga Sumatera Selatan”.

Kualitas Kopi Sumsel telah diakui kenikmatan dan keharumannya, namun masih harus dipromosikan agar petani sejahtera.

“jangan sampai kualitas Kopi sumsel yang tinggi ini di klaim pihak luar kalau itu punya mereka, kan rugi” pungkasnya.

Penulis: Tissa Nursahara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah