Fakultas Syariah & Hukum

Lakukan Aksi, Mahasiswa FSH UIN RF Tuntut Hak Mereka Dipenuhi

Beberapa mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN RF melakukan aksi di Halaman Kantor FSH, Kamis (2/5/19). Mereka menuntut hak mahasiswa yang belum terpenuhi dan kejelasan fasilitas FSH yang belum adanya pembaharuan. Ukhuwahfoto/Kenedy.

UIN RF – Ukhuwahnews.com | Sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, melakukan aksi menuntut hak mahasiswa yang belum terpenuhi dan kejelasan fasilitas yang belum diperbaiki.

Aksi yang terjadi di Halaman Kantor Fakultas Syariah hari ini (2/5/19) dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Sedari pagi peserta aksi menyuarakan tuntutannya dihadapan karyawan dekanat dan mahasiswa UIN RF.

“Kami melakukan aksi ini menginginkan hak kami sebagai mahasiswa khususnya di Fakultas Syariah ini dipenuhi dan direalisasikan,” pungkas Koordinator Aksi, Tigor Rizki Sinambela di sela-sela aksi.

Tigor (20) selaku Koordinator Aksi sedang menyuarakan tuntutan mereka di Halaman Kantor FSH, Kamis (2/5/19). Ukhuwahfoto/Kenedy.

Pada aksi tersebut mereka menyampaikan delapan tuntutan, seperti mengenai transparansi uang kuliah tunggal (UKT), fasilitas ruang kelas yang kurang memadai, serta fenomena oknum dosen yang menjadikan nilai sebagai ancaman jika buku yang dijualnya tidak dibeli.

“Selain itu, kami juga mempertanyakan referensi buku yang ada di perpustakan fakultas itu masih yang lama dan belum diperbarui. Kemudian, tidak berfungsinya alat pendingin yang ada dikelas dan tidak adanya proyektor serta kondisi toilet yang buruk. Itu sangat miris,” lanjut Tigor.

Sekitar pukul 10.45 WIB orasi terus belanjut dan Dekan FSH UIN RF, Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag., juga baru tiba dari tugas luarnya. Menanggapi tuntutan tersebut, Romli mengatakan, mengenai UKT, itu urusan kantor pusat dan perihal masalah fasilitas pihak fakultas sudah melakukan tindakan dengan mengajukan surat ke rektorat.

“Jadi, betul kelas itu belum tersentuh (belum diperbaiki). Pembaharuan di dalam itu memang prosesnya sangat lambat dan ada kelas yang sama sekali tidak bisa direhab. Terkait karpet kelas nanti akan dibongkar saja,”  ujar Romli di hadapan peserta aksi.

Ketika salah satu peserta aksi, Andre Saputra sedang menyampaikan orasinya, Dekan FSH Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag., (batik coklat) sedang membaca dan memahami tuntutan yang dituliskan peserta aksi di Halaman Kantor FSH, Kamis (2/5/19). Ukhuwahfoto/Siti Wijaya.

Menanggapi lebih lanjut, Romli menjanjikan akan mengganti pendingin ruang kelas berupa kipas angin sebelum hari  lebaran dan untuk permasalahan toilet, kata Romli mereka akan melakukan penambahan kloset toilet.

“Dan laporkan jika ada oknum dosen yang mengacam nilai jika tidak membeli buku serta dosen yang jarang masuk perkuliahan. Oleh karena itu, dari tuntutan ini kita akan berusaha mewujudkannya, tetapi saya minta jangan diberi waktu 3 hari, yang rasional saja. Siang ini akan kita sampaikan ke rektor,” imbuhnya.

Setelah aksi tersebut pihak dekanat dan peserta aksi akan melaksanakan rapat internal untuk membedah delapan tuntutan tersebut. Kemudian dari pihak aksi, Tigor memberikan rentang waktu satu pekan kepada pihak dekanat untuk memproses tuntutan mereka. Jika tidak terjadi proses dari dekanat, maka mereka akan melakukan aksi lanjutan.

 

Reporter: Deltas Septiasmara, Melati Arsika

Editor: Melati Arsika

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah