Suasana saat delegasi dari University Of Newcastle (UON) memaparkan program Family Studies di Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF)Palembang, (10/3/2017). Dalam agenda tersebut UON juga akan menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan UIN RF Palembang. Ukhuwahnews/Nopri Ismi

UIN-Ukhuwahnews.com | Fokus dalam bidang penelitian studi tentang keluarga, University Of Newcastle (Uon) Australia menandatangi Memorandum Of Understanding (Mou) dengan Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, dengan kunjungan perwakilan Uon Australia, Professor Alan Hayes dan Dr. Deborah Hartman, di Gedung Rektorat UIN RF, Jumat (10/03/17).

Agenda Guest Lecture atau pertemuan dosen tersebut, Dr. Deborah Hartman menyampaikan melalui penerjemahnya, family studies saat ini seperti payung yang memayungi banyak ilmu, sehingga dapat bermanfaat pada ilmu lainnya, didalamnya mempelajari tentang keluarga mulai dari riset, pengajaran dan juga pemanfaatan masyarakat. 

“Pemerintah sangat mendukung program ini, juga berkat kerja keras dari Professor Alan Hayes dalam bidang family studies, selain di Australia, family studies yang mempelajari tentang ilmuan keluarga, juga bekerja sama dgn universitas di Mumbai, India dan USA, jadi mahasiswa yang belajar di Australia juga dapat belajar juga di kedua tempat tersebut,” katanya melalui penerjemah. 

Rektor UIN RF, Prof. Drs. H. M. Sirozi, MA, P.hD, mengatakan Uon bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI dan beberapa instansi serta dua UIN yang ada di Indonesia, UIN Sumatera Utara dan UIN RF untuk memberikan beasiswa kepada dosen S2 dan S3 yang akan melanjutkan studinya di Australia dengan bidang family studies. 

“Target jangka panjangnya, UIN RF akan membuka prodi family studies tersebut disini, sebagai satu-satunya dan studi pertama kali di Indonesia yang mempelajari permasalahan keluarga,” ujarnya. 

Namun untuk hal tersebut perlu persiapan yang cukup panjang, butuh sekitar lima tahun agar UIN RF dapat membuka family studies tersebut, karena banyak persyaratan dan perizinan yang harus diurus. 

“Tentu Indonesia memiliki banyak persyaratan dan perizinan yang harus dipenuhi terlebih dahulu, namun untuk langkah awalnya, UIN RF akan mengirim beberapa dosen untuk diberikan program sertifikasi selama enam bulan sampai satu tahun terlebih dahulu di Uon Australia, UIN RF sudah melakukan Mou dari Bulan November 2016 lalu, di Uon Australia, dan kunjungan ini adalah kunjungan balasan Uon Australia kepada UIN RF,” ungkap Sirozi. 

Dia juga menambahkan bahwa beasiswa melanjutkan studi di Australia sudah dipersiapkan bagi dosen yang bersedia, namun memang hanya untuk orang lima yang akan mendapatkannya. Pada agenda selanjutnya, dilanjutkan dengan diskusi dengan tema Collaborative and Exchange Oppurtinities, bersama kedua perwakilan Uon Australia, dosen dan mahasiswa UIN RF.

Reporter : Mae, Rjb.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah