Sastra

KULINER KHAS PALEMBANG

images RAZI APRIANSYAH

 Pempek

Palembang adalah salah satu kota besar di Indonesia. Yang tentunya mempunyai kuliner yang khas, tidak jarang kalau wisatawan lokal maupun asing menjadikan pempek sebagai oleh-oleh untuk keluarga. Rasa yang lezat seolah menggoyang lidah ketika di santap dengan kenikmatan yang luar biasa. Makanan ini sangat cocok disantap ketika berkumpul dengan keluarga dan moment-moment penting lainyanya.

Karena akan menambah keharmonisan dalam ikatan keluarga. Dengan dicampur  cuka asam pedas manis yang cetar membahana. Tentunya rasa yang nikmat seakan menyerap kindahan suasana.   Menurut sejarah, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau cina ke Palembang, yaitu sekitar abad ke 16, saat sultan Mahmuud Badaruddin II bekuasa di kesultanan Palembang-Darussalam.

Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi.

Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek,

Itulah sedikit sejarah mengenai pempek Palembang, rasa yang lezat yang ada pada pempek terkadang membuat ketagihan para penikmat, kebanyakan wisatawan berlama-lama tinggal untuk menikmati kelezatan makanan khas Palembang. Untuk mendapatkanya sangat mudah, setiap komplek yang ada di kota Palembang mempunyai warung yang menjual makanan tersebut terkadang ada juga yang berkeliling komplek dengan nyanyian yang merdu untuk memaggil para pembeli.

Akan lebih lengkap berkumpul dengan teman atau keluarga jika dibarengi dengan memakan pempek. Makanan ini juga termasuk asset nasional yang tetap harus dijaga, kerena lambat laun budaya barat merambat pada budaya Indonesia, termasuk juga dalam bidang kuliner yang serba instant.

Pempek Palembang yang rasanya nikmat meggelegarkan lidah para penikmat, dengan duduk di teras rumah atau sedang menonton TV. Makanan ini sudah dikenal hingga melayang-layang keluar kota Palembang, sebab itulah orang jawa maupun Sumatra tidak pernah lupa dengan makanan khas Palembang. Apapun kesibukannya meraka pasti akan melirik warung pempek dengan napsu yang kuat. Bahkan orang pedesaan berbondong-bondong datang kepalembang untuk merasakan kenikmatan pempek, antusias yang postif tersebut akan melancarkan ekonomi kota Palembang maupun masyarakat setempat.

 Tekwan

Tekwan juga salah satu makanan khas Palembang, bentuknya hampir sama dengan bakso. Akan tetapi tekwan agak lebih lembut dan pelezatnyapun berasal dari ikan. Ini juga makanan yang sangat lezat dan juga cocok disajikan ketika berkumpul dengan keluarga, rasa yang khas pada tekwan membuat daya tarik tersendiri para penikmat. Bukan hanya itu, dalam acara resmi maupun tidak banyak yang menyajikan tekwan sebagai menu utama.

Dari satu persatu yang menempel kelidah seolah menggelitik ke awal kinikmatan, bersaut rasa bercampur kuahnya yang lezat. Sudah tentu ini memberi khas yang berbeda, karena disetiap kuliner yang ada di kota Palembang ia lebih dominan dikalangan masyarakat menengah kebawah. Adapun masyarakat yang meraup rezeki dengan menjual antar komplek. Walaupun bentuknya sederhana namun kelezatannya melebihi rasa wangi bunga kamboja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah