Kabar Sumsel

KPU Pastikan Dialog Pilkada Sumsel di UIN RF Tidak Langgar Aturan

Ukhuwahfoto/M. Amin Qoblal

UIN RF – Ukhuwahnews.com | Karena dikhawatirkan akan melanggar peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua KPU Sumsel H.Apahani, S.E, Ak, MM.Ca datang dalam kegiatan dialog publik bersama calon gubernur dan calon wagub sumsel di UIN Raden Fatah Palembang, Jum’at, (6/4/18) memastikan tidak ada unsur-unsur kampanye didalamnya.

Asphani mengatakan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 tahun 2017 tentang pilkada mengatur tentang larangan untuk berkampanye di lingkungan pendidikan.

“Jadi, kegiatan yang akan dilakukan ini hanya untuk mensosialisasikan apa saja program pasangan calon dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Kami sangat mencermati acara ini secara hati-hati karena kita masih dalam masa kampanye,” ujarnya.

Asphani juga mengatakan, masa kampanye telah ditetapkan selama 129 hari. “Kampanye dilakukan selama 129 hari terhitung sejak 3 hari setelah ditetapkan calon pada tanggal 12 februari 2018. Itu berarti mulai dari tanggal 15 februari 2018 dan berakhir 3 hari sebelum pencoblosan, yaitu memasuki masa tenang pada tanggal 23 juni 2018,” tambahnya.

Aspahani juga mengingatkan bahwa pemilih harus mengkaji visi misi paslon secara akademik dan apakah dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya.

Dalam diskusi tersebut paslon diberikan waktu 15 menit untuk mensosialisasikan tentang program jikalau terpilih sebagai Gubernur Sumsel lima tahun kedepan.

Namun sayangnya, kegiatan tersebut hanya dihadiri oleh cagub nomor urut empat Dodi Reza dan cawagub nomor urut tiga Yudha Mahyudin. Sedangkan kedua paslon lainnya yaitu Herman Deru dan Aswari Rifa’i berhalangan hadir.

Cawagub nomor urut tiga Yudha Mahyudin membuka dengan program unggulannya bersama Ishak Mekki yaitu entreupreneur profits, central creative, dan smart provits.

Tak mau kalah, cagub nomor urut empat Dodi Reza mendeklarasikan program unggulannya bersama Giri untuk meningkatkan pendidikan, membenahi infrastruktur, dan juga program yang menerapkan generasi muda berbasis teknologi informasi, yaitu internet gratis sampai kepelosok desa.

Reporter: Pratiwi Handayani

Editor: Muhammad Rajab

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah