Artikel

Konvergensi Media dalam Genggaman Zaman

Sumber foto : Internet

Konvergesi media memang merupakan salah satu wujud dari perkembang teknologi di bidang informasi. Apabila kita amati, kovergensi media ini menempati posisi yang penting dalam perkembangan media massa. Tentu, hal ini dapat terlihat lewat berbagai metamorfosis media massa dari zaman ke zaman.

Seperti yang dilansir dari pakarkomunikasi.com, istilah konvergensi media pertama kali dicetuskan oleh Henry Jenkins (2006), di mana dalam teorinya, Jenkins menyatakan bahwa yang dimaksud dengan konvergensi media adalah perubahan teknologi, industri, budaya, dan sosial di bidang informasi.

Dalam perkembangannya sendiri, sudah banyak yang dapat kita lihat bahwa beberapa media mentransformasi dirinya untuk mengikuti zaman konvergesi. Contohnya, di Indonesia sendiri. Salah satu media yang kecanduan zaman konvergensi ini adalah Kompas. Media yang berdiri pada 17 Agustus 1963 ini merupakan salah satu media yang sangat berpengaruh di Indonesia. Kompas mengawali dirinya sebagai media cetak. Namun, karena harus menyesuaikan diri dengan keadaan zaman, media yang dicetuskan oleh Petrus Kanisius (PK) Ojong dan Jakob Oetama (JO), bersama J. Adisubrata dan Irawati SH  ini, mau tidak mau harus membuat sarana baru bagi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan informasi.

Pada tahun 1995, media ini pun membentuk media massa berbasis internet yang dinamakan Kompas Online.  Media inilah yang mengawali eksistensi media massa beberbasis internet di Indonesia. Selanjutnya, di tahun 1998, tanpa harus memotong “kambing”, Kompas Online mengganti namanya menajadi Kompas.com, dan hingga saat ini (2018) nama itu pun abadi, bahkan Kompas sekarang menjadi media primadona bagi sebagian kalangan.

Di sisi lain, dengan masuknya Kompas ke dalam peradaban konvergesi media seperti sekarang ini, membuat para pembaca setia Kompas yang sebelumnya harus membeli koran, kini dapat mengakses informasi melalui internet. Selain itu, konten beritapun menjadi lebih up to date dan beragam untuk menyasar keramaian pasar penikmat informasi secara luas.

Jelas, jika Kompas adalah salah satu bentuk konvergensi media yang tetap eksis hingga saat ini. Bukan hanya media cetak saja yang diterapkan oleh Kompas, tetapi portal berita online bahkan media elektronik juga menjadi keunggulan konvergesi media pada media tersebut. Salah satu tujuan utamanya, tidak lain yaitu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berita atau informasi.

Bukti nyata lainnya yang menunjukan jika pembaruan media massa sangat gencar dilakuan di era konvergensi seperti sekarang ini adalah Sindonews.com yang dikantongi oleh MNC Group, di mana dalam platformNya, bukan hanya portal berita tulis saja yang ada, tetapi radio online, tv streaming dan bentuk media massa lainya juga berada dalam satu platform tersebut. Dan inilah bukti nyata, jika peradaban konvergensi media benar-benar ada.

Peran Komunikasi Massa dalam Konvergensi media

Dalam peranannya, komunikasi massa menjadi tolak ukur maju atu tidaknya suatu peradaban konvergensi media.  Di mana alat yang dijadikan sebagai tolak ukur tersebut yaitu media massa.  Hal itu dapat kita lihat dari berbagai aspek kemajuan-kemajuan yang terjadi selama peradaban konvergensi media tersebut digenggam oleh zaman. Pastinya, hal ini dilatarbelakangi oleh revolusi keberagaman bentuk yang dilakukan oleh media massa. Ini menunjukan bahwa media massa sangat berperan aktif dalam memajukan perkembangan konvergensi media itu sendiri.

Selain itu, komunikasi massa juga memupuk  konvergensi media untuk tumbuh dan melahirkan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Banyak yang telah dibuktikan dari peranan-peranan komunikasi massa itu sendiri, contohnya seperti media Kompas dan Sindonews yang disebutkan sebelumnya.

Jika kita analisa lebih jauh, media massa yang merupakan alat komunikasi massa paling efektif saat ini, tentu sangat berpengaruh jika media massa tersebut sudah masuk dan berenang dalam “aliran darah” konvergensi media. Informasi yang dulunya terpisah-pisah dapat berujung menjadi suatu kesatuan, serta mampu menghantarkan suatu informasi secarah utuh tanpa harus membuat kita “berkeringat deras” untuk mendapatkannya.

Tentunya di era konvergensi  seperti sekarang ini, hal itu disebabkan, karena medialah yang menjadi pengaruh terbesar bagi kehidupan manusia. Untuk itu, pembaharuan media massa sangatlah dibutuhkan pada zaman sekarang, di mana banyak orang yang  enggan mengeluarkan uangnya untuk membeli koran.  Jika media massa saat ini hanya mengurungkan diri dalam satu bentuk media saja, maka dipastikan media tersebut akan sulit memperoleh eksistensinya dan tentunya juga akan banyak orang-orang yang berpinda hati ke media yang mau mengikuti semua aturan zaman.  “Ya mau diapakan lagi ?” Beginilah zaman. Mau tidak mau, harus tidak harus, kita akan merasakannya. Terimakasih.

 

Penulis : Alfiansyah (Mahasiswa Jurnalistik’16 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah