Foto bersama peserta dengan perwakilan Program Pertukaran Antar Negara (PPAN) dan Kapal Pesiar Nusantara (KPN) sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Gedung Munaqosah Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Sabtu, (25/03/17). Ukhuwahnews/Octi Lena Wati.

UIN-Ukhuwahnews.com | Dalam rangka Program Pertukaran Antar Negara (PPAN) dan Kapal Pesiar Nusantara (KPN) puluhan peserta mengikuti sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Gedung Munaqosah Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Sabtu, (25/03/17).

Sosialisasi yang bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Forum Mahasiswa Bahasa (Formasa) UIN RF ini, menjelaskan jika Program PPAN dan KPN hanya menerima delapan orang perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel). Delegasi yang terpilih akan dikirim ke India, Jepang, Malaysia, Cina, Korea, Kanada, Australia, serta berlayar ke Sabang dengan memenuhi persyaratan dan tahap-tahap yang telah ditetapkan.

Chairunnisa Fadila, Delegasi KPN Sumsel 2016 menjelaskan, persyaratan untuk mengikuti program ini adalah; Memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Sumsel, Curriculum Vitae (CV) yang menarik, formulir pendaftaran yang diunduh di www.pcmisumsel.id, Foto

copi ijazah yang dilegalisir, pas foto terbaru berwarna 2×3 (2 lembar) dan 4×6 (2 lembar) dengan latar merah, fotocopi sertifikat prestasi/organisasi/pengabdian masyarakat, resume pemberdayaan masyarakat, dan memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan melampirkan salah satu sertifikat TOEIC (520), IELTS (4,0), TOEFL (450), Cambridge Exam (PET), TOEFL-CBT (133), CEFR (B1), atau TOEFL-IBT (45).

“Jadwal pengumpulan berkas persyaratan mulai dari 13 Maret hingga 8 April 2017, dan untuk salah satu sertifikat kemampuan bahasa bisa memakai sertifikat prediksi jika belum mempunyai sertifikat yang sebenarnya,” jelasnya.

Ellya, delegasi PPAN ke Cina 2016 menambahkan, setelah memenuhi persyaratan berkas. Mereka yang lolos akan mengikuti lima tahapan tes, lalu mengikuti karantina pada 14 dan 15 April, kemudian dinyatakan akan mewakili Indonesia ke salah satu negara tujuan.

“Setelah seleksi kelengkapan berkas, para kandidat belum bisa dinyatakan sah menjadi bagian dari PPAN dan KPN. Mereka harus mengikuti tes psikotes, pengetahuan umum mengenai isu Nasional dan Internasional, kemampuan bahasa Inggris, Pengetahuan seni dan budaya Sumsel,” ujarnya.

Seusai menyampaikan kata sambutan Ketua Pelaksana, Jessica Triane, sosialisasi mengatakan, mahasiswa harus mencoba dulu tanpa takut kemampuan bahasa mereka, karena penilaian juga dilihat dari prestasi, organisasi, dan pengabdian masyarakat yang pernah mereka ikuti.

“Jangan menyerah karena berfokus pada satu kekurangan kita, karena pemerintah mencari pemuda berbakat dan bermanfaat untuk masyarakat bukan hanya cerdas dalam bidang akademik,” tuturnya.

Kemudian Hestri, Peserta dari Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) berharap, sosialisasi tidak hanya dilakukan di universitas-universitas negeri tetapi juga swasta, dengan menambah kuota bagi mahasiswa Sumsel sebagai delegasi PPAN dan KPN.

“Semoga tahun depan kuota bisa ditambah lebih banyak lagi, karena mahasiswa berbakat di Sumsel sangat banyak,” tutupnya.

Reporter: Olw

Editor : Mcr

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah