Kabar Sumsel

Kemenag Berupaya Meminimalisir Nikah Siri

Pemaparan materi saat Seminar Dampak Nikah Siri dan Implikasinya terhadap Perempuan yang diadakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Palembang, di Hotel Duta, Rabu (21/3/18). Ukhuwahfoto/ Siskia.

Palembang – Ukhuwahnews.com | Salah satu upaya Kementerian Agama (Kemenag) dalam meminimalisir nikah siri, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Palembang mengadakan seminar bertajuk “Dampak Nikah Siri dan Implikasinya terhadap Perempuan” di Hotel Duta Palembang, Rabu (21/3/18).

Menurut pemateri pertama, Mukmin, mengungkapkan bahwa acara ini sangat penting diadakan, “Karena ini berguna untuk menjaga diri kita dan generasi selanjutnya, serta dapat menambah pengetahuan kita seputar nikah siri,” ungkapnya.

Dalam perspektif ilmu fiqih dan pendidikan Islam, Mukmin menjelaskan, nikah siri adalah pernikahan yang betul-betul dirahasiakan dari publik. “Walaupun nikah siri dimaknai akad nikah yang disaksikan oleh dua orang dan keduanya diminta untuk merahasiakan pernikahan tersebut,” tuturnya.

Selain itu, Mukmin yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang juga menambahkan, dalam berbagai perspektif, hukum menikah yang ada bermacam-macam, tergantung sudut pandang dan tujuan masing-masing.

“Hukum nikah banyak yang mengatakan wajib dan juga sunnah. Seperti Pada pengikut Maliki, nikah itu wajib dan sunnah, namun bisa juga menjadi mubah, tergantung dari kondisi,” jelas Mukmin.

Pada pasal UU 2 No.1 tahun 1974, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumatrera Selatan, HM. Alfajri Zabidi memaparkan bahwa perkawinan dikatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing. “Namun, walaupun menurut agama sah, akan tetapi belum tercatat di dalam negara, masih saja dianggap tidak sah” paparnya.

“Seperti pernikahan siri. Pernikahan semacam ini adalah pernikahan yang dilakukan secara rahasia atau pernikahan tanpa wali, pernikahan yang tidak tercatat yaitu pernikahan yang sah secara agama namun tidak tercatat pada Kantor Urusan Agama (KUA) dan pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan tertentu,” lanjutnya.

Menyambut baik acara ini, Gadis Universitas Sriwijaya, Tiara Aqsa Srikandi menuturkan bahawa seminar yang diadakan P3APM memotivasi para wanita indonesia kusunya di Palembang, agar dapat menghindari diri dari nikah siri.

“Dengan ini, kita dapat menjaga diri dari laki-laki yang kurang baik, sehingga dapat melakukan pernikahan yang akui oleh agama dan negara,” tungkasnya.

 

Reporter : Erna Rustiana, Devi Agus Saputri

Editor : Alfiansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah