Kabar Sumsel

Kawasan Ekosistem Esensial Palembang Terancam

Peringatan Hari Bumi tahun 2016 di Palembang. Sumber foto: Google

Palembang – Ukhuwahnews.com | Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Salah satunya yaitu hutan, dimana hutan sebagai nyawa manusia untuk bernafas, lewat oksigen yang dihasilkan. Selain itu, hutan juga merupakan habitat tanaman asli dan satwa liar. Kawasan ekosistem esensial seperti Karst, Gambut, Daerah Aliran Sungai juga  menjadi tempat pelestarian keanekaragaman hayati di luar kawasan hutan.

Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, kerawanan bencana berada disekitar wilayah kawasan ekosistem esensial. Hal ini karena perilaku eksploitatif perusahaan dalam skala yang sangat besar, mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan gambut, pada akhirnya menyebabkan kerugian negara dan matinya aktivitas sosial di tanah air.

Kemudian genangan permanen di areal persawahan petani yang pasang surut juga mematikan pendapatan petani yang beralih karir menjadi kriminal. Hal ini disebabkan meluapnya banjir dari sungai-sungai yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan. Terakhir ancaman pelaku usaha pertambangan semen di kawasan karst.

Tepat pada Hari Bumi, para orator dalam aksi damai yang dilakukan bersama beberapa Organisasi Pecinta Alam dan Solidaritas Perempuan Palembang (SPP) pada Minggu (22/4) menyampaikan pesan tuntutan demi tuntutan.

Salah satu permintaan Forum Penyelamatan Kawasan Ekosistem Esensial Karst Sumatera Selatan , yaitu meminta pemerintah mengawasi dan menghentikan eksploitasi yang dilakukan oleh penjahat lingkungan terutama di kawasan ekosistem esensial (Karst, Gambut, Daerah Aliran Sungai).

Selain pengawasan dan penghentian, mereka juga meminta untuk menghukum dan menuntut tanggung jawab dari penjahat lingkungan skala besar, khususnya untuk perusahaan yang bergerak pada bidang ekstraksi sumber daya alam dan perkebunan di kawasan ekosistem gambut dan industri yang mengancam kerusakan daerah aliran sungai.

Kemudian itu, mereka meminta kepada pemerintah untuk memulihkan keadaan bumi yang semakin tergerus akibat ulah manusia rakut, serta mengajak masyarakat untuk menjaga hubungan baik dengan bumi agar kehidupan di bumi lebih baik.

Tak hanya orasi, puisi-puisi pun ikut andil dalam meramaikan aksi damai yang dilakukan di sekitar Air Mancur Masjid Agung Kota Palembang.

 

Reporter : Alfiansyah

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah