Gallery

Kabut Kembali Menyelimuti Palembang

terlihat jalanan Palembang yang diselimuti kabut Foto: Razi

terlihat jalanan Palembang yang diselimuti kabut Foto: Razi

 

Sungguh miris kondisi Kota Palembang, asap tersebar dimana-mana membuat matahari pun tak mampu untuk menampakkan wujudnya. Terhitung sudah satu bulan lamanya asap tak kunjung berhenti, hujan pun tak se-tetes jatuh di permukaan bumi Kota Palembang. Kejadian ini bukanlah hal sepele, dampak dari kabut asap mengganggu aktivitas normal warga Palembang. Gejala yang timbul pada kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), dan iritasi mata.

kabut asap di Palembang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Musirawas, dan Musi Banyuasin,(Antaranews.com). bagaimana tidak, asap sudah bermunculan berbagai daerah di Sumatera Selatan. Dalam kondisi yang mencekam ini, haruslah pihak Pemerintah Propinsi (PemProp) Sumatera Selatan (SUMSEL) labih sigap dalam mengambil tindakan. Karena, banyak kerugian yang menimpa warga Palembang. Baik itu Ekomonomi, Persawahan, Perkabunan, dan kegiatan jual-beli.

Penebangan liar dan pembakaran lahan secara besar-besaran, haruslah mendapatkan teguran dari pihak yang berwajib. Tentu dalam hal ini, Polisi Kehutanan menjadi yang terdepan dalam menjaga dan mensosialisaikan larangan yang telah dibuat. Ini juga menjadi pembuktian kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang baru saja dilantik. Untuk  lebih mendorong pemerintah agar mengambil kebijakan. Jangan sampai setalah duduk di kursi DPR, lupa akan tanggungjawab terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya. Tangan kalian adalah tangan rakyat, maka laksanakanlah sesuai tugas untuk kesejahteraan masyarakat. Masyarakat juga perlu sadar diri, tanah dan bumi bukan hanya untuk kehidupan saat ini saja. Betapa malang anak-cucu melihat wajah bumi yang buruk, akibat ulah nenek moyang mereka yang tidak bertanggungjawab. Sangat tidak mungkin, kita kelak nanti dianggap manusia perusak. Apapun yang sudah dilakukan, mestinya bisa bermanfaat dan tidak merugikan orang banyak. SUMSEL butuh kemajuan, sama dengan Propinsi-propinsi yang lain. Namun janganlah kemajuan dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Teknologi zaman sekarang sudah banyak sekali, termasuk untuk memotong, membelah, dst. Tapi kenapa memilih membakar untuk membuat sebuah kemajuan.

Belumlah selesai kabut asap yang bersumber dari Propinsi Riau, kini bersambung ke Provinsi SUMSEL. Apakah tidak kasian, dengan anak sekolah yang rumahnya jauh dengan lokasi sekolah. Mereka harus menutup mulut mereka dengan masker sepanjang hari. Dan mata mereka perih, air mata berderai menangis karena menahan perih akibat kabut asap. Bukan tidak mungkin bisa menimbulkan kecelakaan bagi para pengendara mobil atau motor, karena jarak pandang terbatasi karena kabut yang begitu tebal. Yang lebih mengerikan, saat ini banyak kejadian penjambretan, perampokan, dan kegiatan teroris. Mereka biasa saja memanfaatkan situasi untuk melancarkan kegiatan mereka. Masker sebagai penutup wajah, sama halnya dengan mata piasu. Kalau dikenakan untuk tujuan yang baik, maka hasilnya juga akan baik. Namun jangan lupa, kalau masker bisa juga digunakan untuk mencelakai orang. Akhir-akhir ini banyak terkabar di media Surat Kabar. yaitu tentang perampokkan, korban yang terkena rampok tidak jarang dibunuh untuk menghilangkan jejak mereka. Polisi, TNI, sampai pada pengamanan komplek harus lebih ditingkatkan, demi menjaga kenyamanan warga. Yang tentunya kejahatan dapat terjadi karena ada kesempatan, dan saat ini kabut asap bisa jadi sumber dari semua itu. Harapan tentulah disandarkan pada aparat yang sudah di amanatkan oleh undang-undang, tidak mungkin Polisi, TNI, dan petugas pengaman lainya ada, kalau bukan diatur oleh undang-undang. Untuk medapatkan predikat kota terbaik sangatlah mudah, akan tetapi untuk menjaga tetap menjadi yang terbaik amatlah susah. Piala Adipura akan percuma kalau kondisi Kota Palembang tertutup asap. Bisajadi, Jembatan Ampera berubah menjadi warna hitam. Kalau sudah hitam, tentu keindahannya akan hilang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah