Fakultas Dakwah & Komunikasi

Jurnalistik dan Bahasa Sebuah kelengkapan

Workshop- Suasana berlangsungnya Workshop Jurnalistik diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik selenggarakan Workshop Jurnalistik 2017, di Ruang Munaqosah Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu (17/5/17). Ukhuwahnews/Fitria.

UIN-Ukhuwahnews.com | Terdapat perpaduan antara materi jurnalistik dan bahasa sebagai sebuah kelengkapan. Demikian ungkap Pemimpin Redaksi Detik.com, Abdul Malik Syafei, MH, dalam Workshop Jurnalistik diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik selenggarakan Workshop Jurnalistik 2017, di Ruang Munaqosah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Rabu (17/5/17).

“Perpaduan kelengkapan yang dimaksud dalam menulis, yang harus diperhatikan tidak hanya substansi atau isinya, tetapi penggunaan bahasanya,” ungkapnya.

Menurut Abdul, tulisan yang baik adalah tulisan yang menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), sehingga pembaca dapat memahami dengan baik tulisan itu.

Kemudian, mengenai jurnalistik bahwa menulis itu tidak harus menjadi jurnalis, tetapi seorang jurnalis harus mampu menulis.

“Ilmu tanpa menulis itu akan hilang, maka menulis adalah cara untuk diabadikan,” ujarnya.

Hadir juga sebagai pemateri, Duta Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) 2014, Riska Fitrah Aprianti, menyampaikan materi mengenai ancaman atau peluang Bahasa Indonesia versus bahasa jejaring sosial pada era millenial.

Menurutnya, pada era sekarang ini orang-orang banyak membanggakan jika dirinya pandai berbahasa asing dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia, selain itu muncul pula bahasa jejaring sosial yang menyebabkan bahasa Indonesia dikhawatirkan tergerus zaman.

“Bahasa Indonesia lebih dihargai di luar negeri ketimbang negaranya sendiri,” ujarnya.

Ketua HMJ Jurnalistik, Elisya Damayanti menuturkan bahwa workshop ini rutin diadakan setiap tahunnya sebagai pembekalan bagi mahasiswa Jurnalistik.

“Workshop ini bertujuan agar ada ilmu yang lebih banyak daripada di perkuliahan yang diperoleh mahasiswa tentang kejurnalistikan,” tuturnya.

Selain mahasiswa jurnalistik, ada pula mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) kosentrasi jurnalistik yang turut hadir dalam workshop tersebut. Ia mengapresiasi kegiatan ini agar wawasan mengenai jurnalistik dan bahasa semakin luas.

“Saya harap workshop seperti ini terus dilaksanakan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh di bangku kuliah saja tapi kegiatan ini sebagai tambahnnya,” ujar Elisya.

Reporter : Alf, Tia, Eka, Nia

Editor : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah