Kabar Sumsel

Jurnalis Investigasi, Kembalikan Kepercayaan Publik terhadap Media Konvensional

Pemaparan materi dalam Workshop dan Coaching Clinic Tempo Institute yang digelar bersama Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Palembang di Kantor Tribunsumsel, Rabu (2/5/18). Ukhuwahfoto/Nopri Ismi.

Palembang – Ukhuwahnews.com | Redaktur Tempo, Philipus mengajak wartawan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap media konvensional dengan menjadi Jurnalis investigasi. Kerena menurutnya, berdasarkan riset, 70%  masyarakat mulai percaya pada informasi dari media sosial.

“Jurnalisme investigasi bisa jadi jawaban untuk mengembalikan kepercayaan publik pada media konvensional,” tegas Philip dalam Workshop dan Coaching Clinic Tempo Institute yang digelar bersama Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Palembang di Kantor Tribunsumsel, Rabu (2/5/18).

Di sela-sela pemaparannya, Philip menambahkan, media konvesional yang dimaksud adalah media yang memberikan berita dengan pola jurnalistik yang benar.  “Platformnya mulai dari cetak, televisi, maupun radio,” terangnya.

Philip menlanjutkan, dalam berita investigasi, tentunya dibutuhkan persoalan yang akan dibahas, dokumen awal, dan reportase. “Sementara hambatan utama media dalam melakukan jurnalisme investigasi yaitu biaya peliputan yang besar, risiko gugatan hukum atau serangan balik dari pihak yang diinvestigasi,” ungkapnya.

“Selain itu, kurangnya pengalaman dan kemampuan melakukan investigasi juga menjadi hambatan di samping terbatasnya kesempatan,” sambungnya saat pemamparan.

Karena sering terjadi kekeliruan, Philip menegaskan kembali, investigatif reporting berbeda dengan liputan mendalam (indepth).”Investigasi membuka informasi yang ditutupi, berbeda dengan indepth yang mengungkapkan fakta menarik dan sengaja ditutupi, serta anglenya tidak membongkar, alias pertanyaan terbuka,” tegasnya kembali.

Selin itu, Philip menerangkan, adapun kunci berita investigasi, yakni untuk menghasilkan dampak terbaik pada khalayak, dan tidak menjadi korban serangan balik. “Intinya, berita itu untuk kepentingan publik,” ujarnya

Sementara itu, Perwakilan Tempo Institute, Ramidi mengungkapkan, sudah tiga tahun Tempo membuka program investigasi. “Setelah ini, dharapkan diluar dari Tempo dapat muncul lebih banyak jurnalis yang melakukan investigasi reporting,” pungkasnya.

 

Reporter : Nopri Ismi, Novi Yanti

Editor : Alfiansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah