Seluruh peserta memperhatikan materi yang dijelaskan, Asesor Jurnal Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof. Dra. Myrtati D. Artaria, M.A, Ph.D , di Gedung Rektorat UIN RF Palembang. ukhuwahnews/Abdul Aziz

Seluruh peserta memperhatikan materi yang dijelaskan, Asesor Jurnal Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof. Dra. Myrtati D. Artaria, M.A, Ph.D , di Gedung Rektorat UIN RF Palembang. ukhuwahnews/Abdul Aziz.

UIN-Ukhuwahnews.com | Kesalahan yang masih ditemukan dalam penulisan jurnal, melatarbelakangi Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal Terakreditasi, diikuti 100 peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa S2 di Gedung Rektorat UIN RF. Selasa, (14/01/17).

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Workshop, Wakil Dekan II FISIP, Ainur Ropik, M.Si, mengatakan terselenggaranya Workshop ini dilatarbelakangi banyaknya kesalahan yang ditemukan dalam penulisan jurnal, mulai dari penggunaan tanda baca, pemilihan kata, bentuk cover, isi, hingga daftar pustaka.

“Dalam workshop ini, peserta diharapkan dapat mengenal penulisan jurnal yang baik, sehingga tidak terjadi kesalahan lagi dalam penulisan jurnal,” katanya.

Hadir sebagai narasumber, Asesor Jurnal Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof. Dra. Myrtati D. Artaria, M.A, Ph.D  menjelaskan bahwa jurnal yang baik, dapat diakreditasi dengan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai komponen penilaian meliputi manajemen nilai dan substansi artikel.

“Persyaratan jurnal bisa diakreditasi dilihat dari komponen penilaian, yaitu manajemen nilai seperti penyunting dan manajemen pengolahan terbit, keberkaitan jurnal, penampilan jurnal, penyebarluasan jurnal, dll. Kemudian substansi artikel meliputi gaya penulisan”, jelasnya.

Salah satu peserta workshop Dr. Omar Hendro, S.E M.Si, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyyah Palembang (UMP) menyarankan, setelah acara ini panitia penyelenggara membuat komunitas untuk saling berkonsultasi mengenai jurnal.

“Sebaiknya setelah workshop ini panitia penyelenggara bisa membuat komunitas dengan ruangan yang representatif supaya lebih terkonsentrasi untuk saling berkonsultasi mengenai jurnal,” sarannya.

Kemudian Omar mengharapkan semoga kita bisa membudayakan salah satu kewajiban Tri Dharma yaitu penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal.

“Semoga melalui workshop ini bisa memicu para dosen untuk melakukan penelitian dan membudayakan salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu penelitian yang ditulis dan diterbitkan dalam jurnal-jurnal,” tutupnya.

 

Reporter: Azz, Olw   

Editor : Mcr

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah