Editorial

Jiwa Entrepreneur Kepemimpinan dalam Selimut Empat Pilar Kebangsaan

Ruang Munaqosah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ramai dan penuh sesak oleh peserta dan tamu undangan pada Seminar Sosialisasiempat Pilar Kebangsaan serta Kepemimpinan dan Entrepreneur. Senin (6/7/15). Foto:Agung

Ruang Munaqosah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ramai dan penuh sesak oleh peserta dan tamu undangan pada Seminar Sosialisasiempat Pilar Kebangsaan serta Kepemimpinan dan Entrepreneur. Senin (6/7/15).
Foto:Agung


UIN-Ukhuwahnews.com I Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai empat pilar kebangsaan penting sekali untuk disosialisasikan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) serta Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Edhy Prabowo, pada seminar kepemimpinan dan entrepreneur serta sosialisasi empat kebangsaan.

“Pentingnya mensosialisasikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai cara agar masyakarakat dapat mengkritisi kinerja dari pemerintah dalam melaksanakan tugasnya,” jelas Edhy.

Seminar yang digelar pada Senin (6/7) di Ruang Munaqosah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islama Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang atas kerjasamanya dengan Harian Radar Palembang dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang. Selain bertujuan menumbuhkan semangat baru bagi mahsiswadan masyarakat dalam menjadi generasi pemimpin yang juga memiliki jiwa entrepreneur, juga mensosialisasikan ke empat pilar yang diungkapkan diatas sebagai tonggak dasar pengetahuan dan rasa kebangsaan.

Kegiatan seminar tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Persidangan Sekretariat Jendral MPR-RI Muhammad Rizal yang dalam penyampaian materinya mengatakan bahwasaat ini banyak generasi muda yang kehilangan jati diri bangsanya.

“Nilai-nilai luhur bangsa sudah mulai terkikis dikalangan generasi muda, karena hadirnya teknologi. Masyarakat mulai kehilangan milik bangsa kita, maka dari itu MPR mengajak agar mencari jati diri bangsa,” ujarnya.

Rizal juga menambahkan bahwa tugas dari generasi muda dan media untuk mengkritisi hukum di Indonesia, memilih orang yang akan menjadi pemimpin untuk Indonesia di masa depan.

Untuk lebih memahami permasalahan menjadi seorang entrepreneursip yang baik, dalam sosialisasi ini juga menghadirkan pembicara dalam bidang kewirausahaan Harry Hartanto. Beliau adalah Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Selatan. Satu yang menjadi fokus utama dalam jiwa entrepreneur adalah bukan bagaimana mencari lapangan pekerjaan namun bagaimana cara menciptakan lapangan kerja baru.

“Sebagai generasi muda harus berpikir tidak hanya bisa bekerja dan diberikan upah. Tapi bagaimana cara agar kita bisa memberikan upah dan membayar orang yang bekerja pada kita. Serta membangun negara dengan berwirausaha ,” tukasnya.

*Mcr
Ed. Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah