Mengurus KTM-Terlihat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang terlambat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sedang mengurus Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang diblokir oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipd), jum’at (17/02/17). Ukhuwahnews/Rohani

Mengurus KTM-Terlihat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang terlambat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sedang mengurus Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang diblokir oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipd), jum’at (17/02/17). Ukhuwahnews/Rohani

UIN-Ukhuwahnews.com | Sekitar 800 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang  terlambat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) ,  disebabkan  singkatnya jadwal pembayaran. Sehingga Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipd) UIN RF memberi kelonggaran jadwal satu hari.  Jum’at (17/02/17)

Kepala Pustipd,  Fahruddin mengungkapkan, Mahasiswa hanya diberikan kelonggaran satu hari dengan membuka Pemblokiran ATM (Automated Teller Machine) dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dari Pustipd.

“Pada tanggal 16 Februari kemarin jadwal Pembayaran UKT berakhir, otomatis ATM dan NIM diblokir Pihak Pustipd,”ungkapnya.

Fachruddin menambahkan tahun ini tidak ada denda bagi mahasiswa yang terlambat membayar UKT.

“Semenjak kepemimpinan  Drs. H. M. Sirozi, MA. Ph.D, denda dihapuskan dan diganti dengan langsung Stop Out bagi mahasiswa yang terlambat membayar UKT,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pustipd.

Mahasiswa Jurusan Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Mae menjelaskan keterlambatanya membayar UKT karena tidak disengaja.

“Sebenarnya kami telah mengetahui akhir dari Pembayaran UKT,namun karena orang tua baru bisa mengirimkan uang satu hari setelah tanggal akhir, kami terlambat membayar,” ungkapnya.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora, Intan menyarankan, Pihak Pustipd bisa membuka kelonggaran waktu lebih lebih dari satu hari. Karena kebanyakan Mahasiswa UIN RF berasal dari keluarga tidak mampu dan ingin menyelesaikan kuliahnya hingga wisuda.

“Seharusnya Pihak Pustipd memberikan kelonggaran waktu lebih dari satu hari, kasihan mahasiswa yang belummempunyai uang,” sarannya.

 

Reporter: Roh, Tia

Editor: Olw

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah