Kabar Sumsel

Inflasi Pangan Sumsel Lampaui Inflasi Nasional

Inspektur Jenderal (IRJEN) Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (RI) Srie Agustina, S.E., M.E.(tengah) di dampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara (kiri) dan Prof. Edwar Juliarta (kanan) saat mengikuti Rapat Koordinasi Daerah mengenai stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 Masehi di ruang rapat besar lantai 2 Kantot Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Kamis (26/4/18). Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

Palembang-Ukhuwahnews.com | Berdasarkan data yang diperoleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI inflasi di Sumsel untuk bagian umum khusunya di Kota Palembang menyentuh angka 0,39 % sedangkan di Nasional 0,20%. Begitu juga dengan inflasi yang dialami bahan makanan, Kota Palembang mencapai 0,70% sedangkan di Nasional berada dikisaran angka 0,14%.

“Tingkat inflasi di Sumsel tertinggi dibanding inflasi Nasional (maret 2018) baik umum maupun untuk bahan pangan”, ujar Inspektur Jenderal Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (RI) Srie Agustina, S.E., M.E saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah mengenai stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 M di ruang rapat besar lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Kamis (26/4/18).

“Berdasarkan data yang saya punya, hal ini dikarenakan  pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel hanya melakukan pengecekan barang yang berada di tingkat premium. Sedangkan untuk di tingkat medium dan under medium tidak terlalu mereka perhatikan, jadi wajar kalau laporan inflasi Sumsel melonjak dari inflasi Nasional,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BPS dalam rapat tersebut mengungkapkan, masyarakat Sumsel lebih cenderung mengkonsumsi barang dengan kualitas premium, “tetapi kami juga belum tahu apa penyebabnya, entah itu karena memang kemauan dari masyarakat Sumsel atau mungkin memang distributor  mengurangi distribusi barang medium dan under premium,” jelasnya.

Kemendag RI juga telah meluncurkan target stabilisasi Bahan Pokok (Bapok) yang akan diupayakan pada saat puasa dan lebaran, diantaranya adalah per 13 April 2018 seluruh pedagang beras di pasar rakyat wajib menjual beras medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 12.500/kg. Maka dari itu, Srie berencana akan melakukan pengecekan langsung terhadap penjual Bapok di Sumsel.

“Besok saya kan masih disini pak, jadi nanti bisalah temenin saya untuk jalan-jalan sekaligus mengecek pasar mana saja yang menjadi area distribusi bapak”, pungkas srie kepada salah satu Pemimpin perusahaan beras terkenal di Palembang.

Diakhir Rapat, Srie mengatakan bahwasannya beras dan daging adalah barang pangan yang paling rentang megalami kenaikan. “Untuk cabai, telur, minyak goreng, bawang putih dan bawang merah masih masuk dalam kategori aman,” tutupnya.

Reporter: Nopri Ismi

Editor: Muhammad Rajab

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah