Gallery

Ilmu Falak Bagian dari Ilmu Praktikal Astronomi

 

Mahasiswa Jurusan Muamalah semester Empat, sedang menentukan arah kiblat dengan menggunakan peralatan sederhana di halaman Fakultas Syariah  dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Senin (25/04/2016). Kegiatan Praktek ini merupakan salah satu syarat mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum untuk lulus di mata kuliah Praktikum Falak. Kegiatan ini hanya diikuti oleh angkatan tahun 2014.

Mahasiswa Jurusan Muamalah semester Empat, sedang menentukan arah kiblat dengan menggunakan peralatan sederhana di halaman Fakultas Syariah
dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Senin (25/04/2016). Kegiatan Praktek ini merupakan salah satu
syarat mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum untuk lulus di mata kuliah Praktikum Falak. Kegiatan ini hanya diikuti oleh angkatan
tahun 2014.

 

UIN-Ukhuwahnews.com |Seluruh Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri  Raden Fatah (UIN RF) Palembang, angkatan 2014 ikuti Praktikum mata kuliah Ilmu Falak di  halaman Fakultas Syariah. Di adakannya kegiatan ini, bertujuan untuk mengisi nilai mata kuliah Praktikum Falak, sekaligus memberikan pengalaman bagi para mahasiswa mengenai bagian dari Ilmu Praktikal Astronomi. Senin (25/04/2016).

Menurut Teguh Shobri selaku Dosen Pengampu matakuliah Ilmu Falak, mengungkapkan bahwa Ilmu Falak merupakan Ilmu Praktikal Astronomi. “Ada empat hal yang dipelajari dalam ilmu ini, yaitu mengenai cara menghitung awal waktu shalat, menentukan arah kiblat, menghitung awal bulan qomariah, dan menghitung kapan akan terjadi gerhana matahari,  kesemuanya berkaitan dengan ibadah. Oleh karena itu ilmu ini sangat-sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Mahasiswa Syariah dan Hukum harus mengetahui dan paham dengan Ilmu Falak, karena penting dan sangat di perlukan di masa depan. “Ilmu falak ini suatu saat nanti pasti mereka butuhkan, baik itu untuk mereka sendiri ataupun untuk masyarakat. Terlebih lagi, apabila mereka bekerja di Kementrian Agama, dimana mereka disuruh untuk mempraktekkan Ilmu Falak secara langsung,” ujarnya menambahkan.

Shobri mengharapkan, mahasiswa lebih tertarik dan berminat dengan Ilmu Falak. “Jadi, orang-orang yang sudah tua seperti kami ini tidak selamanya akan menjadi praktikum bidang keilmuan Falak ini. Untuk itulah harus mempunyai penerus  atau regenerasi untuk Ilmu Falak ini,” ungkapnya.

Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum Jurusan Muamalah, Dita Aprilisa mengaku, sangat terbantu dengan adanya praktek Ilmu Falak ini. “Kami lebih mengetahui bagaimana cara menetukan arah kiblat, serta kapan waktu shalat secara langsung. Dan tentu saja, ini pengalaman yang amat berharga bagi kami,”  tutupnya.

Reporter : Nop

Editor : Itn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah