Ibuku

Sumber: Internet

 

Dua puluh empat

Berdekapan, dalam perjuangan cinta sejati

Mempertahankan hidup dalam ratapan kebahagiaan

 

Empat puluh tujuh

Wanita tangguh

Yang tak pernah mengeluh

Selalu memalingkan haru

Dibalik tawa selalu

 

Sembilan belas

Aku mulai beranjak dewasa

Ketika aku menangis

Tak ada yang mendiamkanku

Ketika aku tertawa

Aku tertawa sendiri

Ketika aku takut

Tak ada yang mendekapku

Sampai takut ku hilang

 

Seiring berjalan nya waktu

Bumi terus berputar

Siang berganti

Malam menjemput pagi

Bertambah pula usiamu

 

Kini

Usiamu tidak lagi muda

Umurmu semakin hari

kian bertambah

Kekhawatiran ku

Semakin menggila

Ketakutan ku kian meraja

 

Kekuatanmu tak sama seperti dulu

Walau keriput diwajah

Namun, kecantikanmu tak lekang dimakan usia

 

Tepat satu april

Hari yang nggan aku ingat

Hari dimana usia mu bertambah

 

Menua itu pasti

Tak ada yang bisa kuberi

Selain doa yang kupanjatkan

Siang dan malam

Semoga kesehatan dan kedamaian

Serta kebahagiaan selalu berpihak kepadamu

Ibuku

 

Karya: Vandea Helga Fany (Mahasiswi Jurnalistik 2018, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *