Puisi

Hanya Sebatas Kata Penenang (Kumpulan Puisi Siti Srijaya)

Sumber: Internet

Dia yang mengajarkan bagaimana menciptakan kebahagian tanpa kemunafikan….

Dia pula yang mengajarkan bagaimana kesedihan adalah kekuatan…

Dia juga yang mengajarkan bagaimana kehidupan hanyalah panggung yang penuh dengan sandiwara….

Dia tertawa terbahak-bahak tanpa menampakan betapa hancur dirinya…

 

Hati yang hancur berkeping-keping dan tak akan pernah kembali berbentuk sempurna lagi….

Hati yang telah lama hancur bahkan telah menjadi tempat tinggal beberapa laba-laba kecil yang mulai nyaman di dalamnya….

 

Malang sekali engkau …

Kata-katamu hanyalah penenang untuk menghentikan air jernih yang mengalir di kedua bola matamu…

Kata-katamu hanyalah segumpal kemunafikan untuk orang-orang yang tidak memperdulikanmu…

Kata-katamu  hanya sebuah kata yang bisa keluar dimana saja tanpa halangan-halangan  prajurit-prajurit pembelamu….

 

Malang sekali engkau…

Sungguh kehancuran berada di depan engkau dan engkau hanya bisa berpura-pura

Hingga tanah di bumi betul-betul mulai bisa menerima kehadiranmu!

 

__________________________

 

Di balik Sebuah Kisah

 

Banyak kisah yang harus kita satukan….

Walaupun pada akhirnya kita kalah dengan perbedaan……

Kisah kita yang penuh dengan perselisihan…..

Mencoba untuk tetap bertahan, pada akhirnya berhenti di tengah jalan…..

 

Hutan hanya bisa berhembus melihat kisah kita….

Kisah yang berawal dari kata saling membenci…..

Batu-batuanpun hanya bisa tersenyum melihat tingkah kita yang tidak bisa menerima satu sama lain……

 

Entahlah…

Bagaimana kisah bodoh ini berawal…

Kisah ini terlalu rumit untuk dimengerti….

Kisah ini terlalu banyak sehingga susah untuk dihapus…..

Kisah ini terlalu indah jika hanya ditinggalkan begitu saja….

 

Kenapa keegoisan yang selalu menang…

Sehingga kata pisah seakan-akan menjadi langkah terakhir untuk kita….

Kisah dua insan yang tidak bisa disatukan…

Tapi saling mencari ketika kisah itu mulai terhapus…

 

Apakah engkau tidak lelah….

Kisah kita terlalu indah jika diakhiri…

Kisah kita terlalu banyak untuk dihapus satu persatu…..

Sisihkan keegoisanmu, lihatlah banyak kisah-kisah lain yang ingin masuk dalam kisah bodoh kita….

 

Tersenyumlah, ini hanya bersifat sementara…

Tunggu…..

Sampai akhirnya pikiran dan hati kita berhenti untuk saling mencaci…

Berhenti untuk saling menolak…

Dan berhenti untuk saling menyakiti….

 

Tunggu ….

Dan biarkan rasa ini kita rasakan bagaimana kisah yang penuh dengan perselisihan bisa bersatu…

Kisah yang penuh dengan kebencian…

Kisah yang berjalan untuk menyakiti…

 

Tunggu….

Sampai akhirnya pikiran dan hati kita benar-benar lelah untuk pertahankan keegoisan ini…

 

Penulis: Siti Srijaya (Mahasiswi Jurusan Jurnalistik 2017 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah