Artikel

Hampir Punah di Negeri Kelahiran

Sumber Foto: Google

Seiring perkembangan zaman ,tanpa kita sadari kita akan melupakan karya asli negara kita sendiri. Mainan tradisional yang dulunya kita cintai dan digemari sejak masa kanak-kanak , kini kian dilupakan. Sungguh malang nasib idola kuno itu,dulu mereka dipuja sekarang kini mereka tak ada guna.

Jika anak anak indonesia tidak mau lagi menghargai kesenian negaranya, bagaimana dengan generasi yang akan mendatang? Mereka mungkin tidak akan mengenal lagi yang namanya “mainan tradisional” Indonesia seperti misalnya layang-layang, mainan gasing tradisional, ataupun mainan telok abang di Palembang. Mungkin hanya tinggal nama dan gambarnya saja, kalaupun ada  mungkin akan susah ditemukan.

Mainan tradisional sebenarnya bukan hanya sekedar mainan biasa, mereka perlu dirawat dan dilestarikan. Keunikan dari mainan tradisional akan selalu melekat apabila dijaga dengan baik. Namun kini anak Indonesia  sudah terkontaminasi dengan budaya luar sehingga melupakan budaya negaranya sendiri, bahkan acuh tak acuh. Tidak hanya anak anak, karena perkembangan zaman yang pesat  orang dewasa pun juga melupakan mainan masa kecil mereka. Hampir seluruh orang indonesia sudah larut dalam budaya orang lain, lalu meninggalkan mainan dalam negeri.

Hadirnya smartphone yang kian canggih sedikit demi sedikit mulai menggeser permainan tradisional kita seperti mainan lele. Namun hal itu tidak menjadi halangan bagi Pak Edi sebagai salah satu penjual mainan lele tradisional di Pasar 16 Ilir Palembang. Ia sudah berjualan dari tahun 2000 sampai sekarang. Bukan hanya karakter lele saja yang ia jual. Mainan ini juga banyak macam macam karakter selain lele yaitu naga dan kura kura. Dalam sehari Edi dapat menjual sampai 20 mainan.

Ia  berjualan dari pukul 10:00 pagi hingga malam hari. Menurut pak edi mainan tradisonal ini harus dilestarikan, “jangan sampai mainan tradisional kita diambil oleh negara lain. Di daerah Jawa mainan tradisional itu sudah menjadi  usaha rumahan. Seharusnya kita di Sumatera pun juga seperti itu, agar mainan tradisional kita dapat bertahan di era modern ini,” ujarnya.

Pemerintah pun harusnya juga ikut serta dalam melestarikan permainan tradisional dengan mendukung para pelestari mainan tradisional agar semakin hari semakin tergeser oleh permainan modern.

Kita sebagai warga negara yang memiliki berbagai macam budaya, kesenian dan permainan yang begitu unik dan menarik harus harus ikut serta dalam melestarikannya. Menggemari permainan dalam negeri lebih baik daripada menyenangi suatu hal yang diciptakan oleh negara lain apalagi sampai menjajah diri sendiri.

Penulis: Sherly Indriati (Anggota LPM Ukhuwah)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah