Prof. Dr. Nyanyu Khodijah, S.Ag, M.Si. saat berpidato pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar ke-17 di Gedung Academik Center Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (15/3/2017). Ukhuwahnews/Sobarudin

UIN-Ukhuwahnews.com |Mewujudkan visi dan misi Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, dalam agenda Pengukuhan Sidang Senat Terbuka Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S. Ag., M.Si menjadi guru besar yang ke 17 UIN RF, yang dilaksanakan di gedung Akademik Center (AC) UIN RF, Rabu, (15/03/17).

Rektor UIN RF, Prof. Dr. H. M Sirozi, MA,P.hD, dalam sambutan bersyukur atas bertambahnya jumlah guru besar yang ada di UIN RF saat ini, dengan besar harapan akan memperkuat visi dan misi UIN RF menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Menurut Sirozi, dalam agenda pengukuhan ini hanya satu dari tiga jadwal sidang terbuka untuk mengukuhkan dua bersar lainnya dalam setiap bulannya secara berturut-turut.

“Pengukuhan ini penting untuk masyarakat sesuai bentuk dari transparansi dan aksibilitas kita kepada masyarakat, agar masyarakat bisa mengetahui bahwa di kampus kita ini dosen-dosennya terus berkembang dari segi kedudukannya bahkan sudah ada yang guru besar,” tuturnya.

Sirozi berharap agar kedepannya setiap dosen yang meraih kedudukan guru besar akan segera kita kukuhkan dan akan kita fasilitasi acara pengukuhannya agar lebih meningkat lagi. Masih ada 56 dosen yang bergelar doktor yang belum mengurus gelar guru besarnya, UIN RF sekarang mencoba untuk memfasilitasinya. Dalam proses pengurusan gelar guru besar sebenarnya sangat terbuka, tetapi juga tantangannya lebih besar, terutama ada persyaratan –persyaratan baru terkait dengan jurnal internasional.

“Karena ini bukan hanya menuntut kualitas artikel, akan tetapi juga membutuhkan waktu untuk bisa dimuat dalam Jurnal Internasional. Waktu pengurusan guru besar itu bisa mencapai satu tahun lebih,  Kita sekarang hanya memberikan hadiah untuk doktor yang berhasil dalam mencapai gelar guru besarnya, tak hanya untuk Jurnal Internasional tapi juga berlaku untuk Jurnal Nasional,” katanya.

Sirozi akan menargetkan UIN RF dalam waktu lima tahun kedepan bisa mencapai  lima atau enam Guru besar, tentu UIN RF tidak berani menargetkan dengan target yang lebih tinggi lagi, karena ini sesuatu yang tidak mudah.

Guru Besar Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.SI mengungkapkan keberhasilan proses pembelajaran dalam hal ini, harus mengerti bahwa proses belajar siswa itu tidak sekedar untuk mereka tahu saja, akan tetapi mereka harus bisa mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Siswa dituntut bukan hanya belajar saja melainkan siswa harus bisa mengaplikasikannya di masyarakat,  dan yang terpenting pada diri siswa itu adalah pembelajaran aspek pada keagamaan dan itu harus ditanamkan pada diri mereka masing masing,” ungkap Nyayu.

Nyayu juga menambahkan sebenarnya untuk menjadi guru besar itu  prosesnya lumayan lebih sulit. Karena harus ada tulisan, artikel dalam jurnal yang terindeks dan fokus. Tetapi hal itu bukan sesuatu yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha.

“Dan saya sudah membuktikan itu, ketika kita sungguh – sungguh dengan cara berbagai upaya dan mendapatkan banyak dukungan dari keluarga, teman – teman dan lain – lain. Insya allah kita akan memperolehnya, jadi tidak ada kata tidak mungkin. Manusia ketika lahir tidak bisa apa- apa, karena belajar, berusaha sehingga mempunyai kemampuan berbagai hal,” tambahnya.

Menurut Nyayu, untuk kendala yang dihadapinya dalam proses gelar guru besarnya, khususnya di Indonesia itu dana penelitian yang terbatas. Tapi bukan berarti  harus membuat berhenti dalam melakukan penelitian atau reset, karena bagian terpenting yaitu reset.

“Mengaplikasikannya dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam, baik dari sekolah umum atau pun madrasah. Artinya dalam hal ini bagaimana guru – guru agama itu tidak sekedar memperhatikan supaya siswanya tahu dan paham agama tapi mereka mengaplikasikannya,” imbuhnya.

Reporter :

Editor : Mcr.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah