UKMK & Organisasi Mahasiswa

FKPMS dan AJI Mengutuk Kriminalisasi Terhadap Pers Mahasiswa


Menindaklanjuti kriminalisasi yang menimpa Muhammad Iqbal, salah satu anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka UIN Sunan Gunung Djati Bandung oleh aparat kepolisian saat meliput aksi penolakan Rumah Deret di Kantor Wali Kota Bandung. Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Sumatera Selatan (FKPMS) mengadakan diskusi bersama Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang Ibrahim Arsyad di Angkringan Om Gon Palembang, Kamis (20/4/18).

Diskusi tersebut membahas tentang kriminalisasi yang terjadi terhadap Muhammad Iqbal sekaligus menjadi tempat konsultasi bagi para anggota FKPMS kepada Ketua AJI Palembang bagaimana langkah konkrit yang bisa dilakukan oleh kawan-kawan FKPMS untuk terus mengawal serta menekan agar kasus tersebut dapat segera menemui titik terang.

Ibrahim Arsyad menghimbau untuk seluruh persma di Sumatera Selatan segara melakukan tindakan dalam bentuk follow up kasus tersebut melalui web serta media sosial masing-masing. “Untuk sekarang kawan-kawan persma bisa melakukan perlawanan melalui dunia digital terlebih dahulu, sambil terus memantau perkembangan di Bandung,” lanjutnya.

Ibrahim juga menekankan bahwasannya perlawanan sekarang bisa dalam bentuk apapun, tidak melulu harus dalam bentuk Aksi, kalaupun itu memang diperlukan (Aksi turun ke jalan) mau tidak mau ya harus dilakukan. “AJI Palembang juga siapa membantu dan turut mengecam dan mengutuk apa yang dialami oleh Muhammad Iqbal, karena apabila sudah melakukan penghapusan data liputan bahkan sampai kekerasan fisik, itu sudah mengarah ke pelanggran Hak Asasi Manusia,” bebernya.

Dalam diskusi tersebut, Ibrahim juga menjelaskan bahwasannya kawan-kawan persma tidak usah mengkhawatirkan mengenai status per mahasiswa yang sampai sekarang memang belum mempunyai payung hukum yang jelas.

“Walau bagaimanapun persma juga salah satu nenek moyang pers di Indoenesia dan itu diakui oleh seluruh penggiat pers profesional, oleh karena itu apabila ada kasus yang menimpa kawan-kawan persma kami akan berada di garda terdepan untuk turut menyuarakan dengan catatan kawan-kawan persma memang bekerja sesuai kode etik jurnalistik’,” tegasnya.

Senada dengan Ibrahim, Koordinator FKPMS Nopri Ismi mengatakan betapa pentingnya untuk turut memberikan dukungan kepada setiap anggota Pers Mahasiswa yang ada di Indonesia dan terus dengan lantang menyuarakan setiap kasus yang terjadi. “ Karena bukan tidak mungkin, apabila terus dibiarkan kasus yang sama akan menjadi efek domino bagi sleuruh penggiat Pers Mahasiswa khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” ujarnya.

Diskusi tersebut ditutup dengan penanda tanganan petisi yang mengutuk kriminalisasi yang terjadi kepada Iqbal, sebagai bentuk dukungan serta penolakan keras terhadap apa yang telah menimpa Iqbal.

 

Pers Rilis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah