Gallery

Ekploitasi Bumi Secara Masif Bukanlah Warisan Nusantara

IMG_20160422_104043

 

Palembang, ukhuwahnews.com | Eksploitasi dan penggunaan energi secara masif akan berdampak buruk pada lingkungan hidup dan ini sudah membudaya di zaman ini. Padahal budaya nusantara sebagai warisan adiluhung para pendahulu tidak pernah mengajarkan hal itu, justru mengajarkan nilai-nilai luhur untuk bersahabat dengan alam.

Saatnya Indonesia untuk bangun dan sadar akan apa yang telah dilakukan terhadap bumi yang dicintai ini. Harus bisa mengambil peran dan upaya peningkatan kualitas hidup serta mengemban misi penyelamatan bumi.

Itulah yang disampaikan oleh Siswoyo Adi Kusumo, S.P, pengamat lingkungan saat ditemui di Kambang Iwak Palembang, Jumat (22/4/2016) pada peringatan hari bumi sedunia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat yang tergabung dalam aktivis penggiat alam dan lingkungan hidup di seluruh indonesia. Tidak hanya itu banyak dari elemen masyarakat seperti aktivis perempuan, LSM, dan Mahasiswa juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Acara diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari agenda konvoi dari benteng kuto besak menuju Kambang Iwak, menari tarian bumi, sampai aksi teatrikan yang mengangkat isu penyelamatan bumi.

Acara yang dimotori oleh Eksekutif Nasional (Eknas) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini, bertepatan dengan Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) Walhi ke-12.

Reni Fitriyani, salah satu aktivis penggiat alam mengungkapkan apresiasinya terhadap acara ini. Menurut Reni sudah sepantasnya manusia era ini untuk sadar dan peduli akan apa yang terjadi pada bumi ini, banyak sekali pengrusakan yang dilakukan oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab.

“penjajahan dan ekploitasi bumi secara berlebihan harus segera dihentikan,” kata dia.

Senada dengan Reni, Deni Ferdiansyah mahasiswa pertanian mengatakan tindakan pengrusakan tidak hanya berimplikasi buruk terhadap ekosistem saja, namun juga akan berdampak pada tingkat ketahanan pangan manusia yang berasal dari bumi.

“sudah saatnya kita mengambil langkah konkrit untuk ini, kita tidak tahu berapa lama bumi akan tetap bertahan di tengah kesesakan,” katanya miris.

(obi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah