Editorial

Efisiensikan Waktu, Ospek Perisai Lalaikan Waktu Ashar

Dua orang peserta ospek perisai 2015 sedang meminta izin dari penertiban keamanan kegiatan (Resimen Mahsiswa), untuk dapat menunaikan ibadah sholat ashar. Pada Kamis (3/915)

Dua orang peserta ospek perisai 2015 sedang meminta izin dari penertiban keamanan kegiatan (Resimen Mahsiswa), untuk dapat menunaikan ibadah sholat ashar. Pada Kamis (3/915)

UIN-Ukhuwahnews.com I Manual acara di buku panduan ospek perisai 2015 tidak mengagendakan waktu istirahat shalat ashar, Hal ini dikeluhkan Manah Rasmanah selaku Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (2/9/15).

“Seharusnya mereka menyelaraskan visi misi UIN kita yang ingin menjadi Universitas berstandar internasional, berwawasan nasional dan berkarakter Islami, Sedangkan dalam pelaksanaan OSPEK ini tidak ada agenda untuk shalat ashar, dan bahkan pesertanya pulang magrib,” tuturnya.

Senada dengan Manah, Kepala Program Studi (kaprodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang Abdur Razzaq, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ospek harus sesuai dengan visi misi UIN yang menggambarkan kereligiusan. Selain itu juga sebagai kewajiban setiap manusia kepada penciptanya.

Terpisah, Yuniasih peserta OSPEK 2015 juga mengeluhkan pelaksanaan kegiatan. Yuniasih menyayangkan tidak adanya arahan dari panitia pelaksana untuk shalat ashar.

“Kami cuma diberikan waktu ishoma untuk shalat zuhur, sedangkan shalat ashar tidak diberikan arahan khusus dan tidak ada dalam buku panduan. Untuk shalat ashar itupun kami harus izin sendiri-sendiri dan tidak boleh beramai-ramai,” sesalnya.

Hal yang diungkapkan Ahmad Dailani bahwa pelaksanaan ospek perisai kurang kondusif dan lalai dalam ketepatan waktu.

“Panitianya kurang bertanggung jawab terhadap peserta dalam hal tempat dan waktu. Tempatnya sempit dan sesak sampai ada yang pingsan. Waktunya pun kurang terkordinir dengan baik, karena itu shalat sharnya jadi terlambat dan ada yang tidak shalat,” tambah Ahmad.

Menanggapi permasalahan tersebut, Arif Setiawan selaku Presiden Mahasiswa mengakui adanya perbedaan jadwal dan banyak kendala yang ada sehingga waktu kurang efisien.

“Kami memang tidak menuliskan jadwal shalat ashar di manual acara buku panduan ospek, karena di sana jadwal pulang untuk peserta pukul 16.30. Waktu itu bisa dimanfaatkan untuk shalat ashar di rumah masing-masing,” ungkapnya saat ditemui di gedung Akademic Center pada Kamis (3/9/15).

Agus Suherman mewakili koordinator acara juga mengakui adanya kemoloran waktu. Hal tersebut disebabkan kendala teknis yang terjadi saat pelaksanaan kegiatan.

“Acara ini memang sedikit molor, seperti kemarin listrik dari PLN. Sedangkan, untuk waktu shalat ashar kami tridak melarang peserta dan kami beranggapan peserta ini bisa memilih mana yang baik untuk mereka dan mana yang buruk. Jadi untuk masalah shalat ashar, dikembalikan kepada kesadaran masing-masing,” tutupnya.

*Lhl, Erl

*Ed. Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah