Terlihat beberapa anggota Perwakilan Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Sumatera Selatan (FKPMS Sumsel) berdiskusi di Gedung Student Center (SC) UIN RF,Sabtu (18/02/17).Ukhuwahnews/Roby Arroct.

Terlihat beberapa anggota Perwakilan Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Sumatera Selatan (FKPMS Sumsel) berdiskusi di Gedung Student Center (SC) UIN RF,Sabtu (18/02/17).Ukhuwahnews/Roby Arroct.

UIN-Ukhuwahnews.com | Dalam sebuah profesi pasti  memiliki kode etik yaitu adanya aturan-aturan yang memperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan. Hal tersebut diungkapkan oleh pendiri Persatuan Fotografer Indonesia (PFI), Musafhul Imam pada Diskusi Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Sumatera Selatan (FKPMS Sumsel) yang membahas tentang peran dan fungsi pers mahasiswa di ruang lingkup kampus. Diskusi tersebut diadakan di Gedung Student Center Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF), Sabtu (18/02).

Dalam materinya Musafhul menyampaikan bahwa mahasiswa harus menjalankan perannya di dunia jurnalis sesuai dengan kode etik jurnalistik yang sudah ditentukan.

 “Di dalam sebuah profesi pasti  memiliki kode etik yaitu adanya aturan-aturan yang memperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan dalam menjalankan sebuah profesi terutama di bidang jurnalistik,” ungkapnya.

Diskusi tersebut bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang Ibrahim Arsyad, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diwakilkan oleh Suprapto Ramadani, serta Ketua PFI, Abriansyah Alberto.

Ketua AJI Palembang, Ibrahim berharap agar mahasiswa tidak hanya fokus dengan pelajaran akademik. Tapi sebaiknya juga mengikuti organisasi untuk menggali potensi dari setiap mahasiswa.

 “Harapan saya untuk mahasiswa, jangan hanya terpaku ataupun lari dengan kondisi-kondisi klasik dalam artian mahasiswa jangan terlalu fokus dengan pelajaran akademik perkuliahan, namun organisasi juga sangat penting. Terkhusus untuk anggota LPM Ukhuwah sendiri, agar lebih menggali potensi dan kemampuan masing-masing setiap anggota. Jurnalis harus lebih baik secara kompetensi maupun perilaku untuk menjadi cerminan kedepannya,” harapnya.

Salah seorang peserta diskusi, Ahmad Redho Nugraha selaku mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Sriwijaya mengatakan bahwa seorang wartawan itu adalah jurnalis namun jurnalis itu belum tentu seorang wartawan. Ia juga berharap untuk lebih banyak melakukan diskusi demi menambah wawasan.

 “Menurut saya seorang wartawan itu sudah pasti jurnalis namun jurnalis belum tentu seorang wartawan.  Saya berharap agar bisa lebih banyak melakukan diskusi seperti ini lagi untuk menambah wawasan dan juga sebagai proyeksi untuk kehidupan setelah meninggalkan kampus ini,” ujarnya.

 

Reporter : Fit,Eka

Editor : Wfi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah