Puisi

DI SUDUT ROHINGYA


Sumber foto: https://galamai.dutadamai.id/sejarah-rohangya-kita-harus-apa.html

Oleh : Alfiansyah

 

Tuanku, puisi ini kusampaikan padamu dalam doa

Karena kusaksikan bangkai wajah menghiasi kota itu

Karena kudengarkan teriakan malam menghempaskan segala kesedihan

 

Bintang-bintang nyala dan bara api

menyeret jiwa tak berdaya

menenggelamkan kearifan dan timbulkan segala keangkuhan

 

Wanita itu tak bersalah. Tuan.

Berhentilah kau menyentuhkan bibirnya 

pada batu dan kerikil

Dia hanya menunggu anaknya merayap

melewati lembah dan api peperangan

 

Berhentilah menjatuhkan bau mesiu dan peluru

Di sana raga-raga kecil kehilangan induknya

mencari bapak, dedak, dan rumput-rumput liar

 

Berhentilah menjerit-jerit dengan penuh kepongahan

membasmi kota yang katanya konflik ekonomi dan agama

 

Tengoklah..

Kini darah mengecat lautan dan sungai batas di India

Binatang jalang hanya perlahan merangkak bersama tuannya

lalu, kaki terluka melompat di aspal yang tajam

–Tinggalkan sejarah merah, kibarkan bendera air mata

 

Bangun dan bangkitlah

Tancapkan matamu di ujung kota itu

Dan lihatlah, kelaparan di mana-mana

membuat resah dan gelisah siapa saja

Palembang, 2018 (Nominasi Lomba Cipta Puisi Asean 2, Purwokerto)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah