Kabar Sumsel

Dewan Kesenian Palembang Rilis Album “Apa Adanya”

Iir stoned saat tampil di depan panggung dengan membawakan lagu dari album “Apa Adanya” di 4sore cafe, Sabtu, (31/3/18). Ukhuwahfoto/Feronika

Palembang – Ukhuwahnews.com│Album “Apa adanya” adalah karya yang dirilis perdana dan menjadi album pertama yang dikeluarkan oleh Dewan Kesenian Palembang ke kancah nasional di 4Sore cafe, Sabtu (31/3/18).

Salah satu anggota Dewan Kesenian Palembang yang tergabung dalam komite music, Iir Stoned yang menjadi panggilan ciri khasnya mengatakan bahwa album ini pertama kali dirilis untuk ke nasional, karena selama ini hanya membuat lagu bertema kedaerahan saja.

“Keinginan dalam merilis album sebenarnya sudah lama, dengan niat membangun lagu daerah Palembang terlebih dahulu,  lalu mengangkat ke nasional, album kedaeraannya itu terdiri dari  ya salam, musikalisasi puisi rumah petani, dan seluang puitika,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam merilis album ini membutuhkan waktu yang cukup lama dengan genre yang berbeda-beda.

“Pembuatan album hanya  3 bulan, berisi 5 lagu yang telah dibuat dari  tahun 1987 hingga saat ini. Sistematikanya antara lain menjalani masuk studio dan mastering sampai ke Jakarta, workshop beda karya, lalu membuat album dengan dibantu berbagai pihak yaitu eksekutif producer dan studio ade recording yang berlokasi di daerah Kenten Palembang. Genre yang dibawakan lebih mengarah ke balada atau country,” lanjutnya.

Selain itu, salah satu anggota Dewan Kesenian Palembang sekaligus menjadi tim pensupport perilisan album “Apa Adanya”, Ludy mengaku senang dan gembira karena apa yang dicita-citakan oleh Pak Iir akhirnya terealisasi.

“Album ini berhasil di copy sebanyak 500 buah, walau hanya mini album yang terdiri dari 5 lagu. Tapi kami sangat support beliau dengan cara menghadiri sekaligus mengundang teman-teman dari kalangan seni dan fans dalam menghadiri launching album ini,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa selama ini lagu Ciptaan Iir Stoned selama ini lebih mengarah kedaerahan, terkhusus daerah Palembang.

“Kami di Dewan Kesenian Palembang memiliki tim bernama Rejung Pesira. Pak Iir sebagai direkturnya, kami juga bertugas setiap tampil selalu membawakan lagu ciptaan beliau yang bersifat kedaerahan. Namun di album ini lebih membahas mengenai sosial politik dan komedi,” lanjut Ludy.

Gelegar, tamu undangan sekaligus pengunjung mengatakan bahwa ia merasa bangga dengan perilisan album ini, karena Iir yang dikenalnya memliki kemampuan bermusik terutama musik daerah dan sastra.

“Dengan adanya album ini, beliau mampu menunjukkan bahwa  karyanya bukan hanya di Palembang, tapi lebih berkelas lagi yaitu ditingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya album ini dapat bermanfaat dan Iir mampu berkarya  terus serta tidak melupakan music daerah sebagai pondasi awal membangun album-album selanjutnya.

Reporter: Nur khotimah, Melati Arsika, Feronika

Editor: Muhammad Rajab

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah