Fakultas Ushuluddin & Pemikiran Islam

Dekan Fushpi: Tidak Ada Pesan Tertulis Ditinggalkan Pelaku Teror Oli

Nampak tumpahan oli dan plastik yang diduga sebagai pembungkus oli yang digunakan pelaku berserakan di beberapa bagian lantai Fushpi. Ukhuwahfoto/Dayat

UIN RF-Ukhuwahnews.com | Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (Fushpi) Dr. Alfi Julizun Azwar, M. Ag menduga, teror tumpahan oli di depan gedung Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang yang baru diketahui Rabu pagi (25/4/18) lalu, sengaja dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Kejadian tersebut membuat resah pengawai, prediksi saya oli ini bukan tertumpah mungkin sengaja ditumpahkan, sebab disana ada 3 plastik di titik yang berbeda seperti sudah diatur,” kata Alvi

Selain itu, Alfi mengatakan, tidak ada pesan tertulis yang ditinggalkan pelaku. “Mereka hanya memberikan sinyal-sinyal dengan kejadian seperti ini,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fushpi Matbani mengaku kesal dengan teror yang dilakukan orang tak bertanggungjawab tersebut.

“Kami kesal dengan tingkah-tingkah yang seperti ini, kalau kami punya bukti maka hari ini juga langsung kami tarik orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Kita ini dalam lingkup Islam, harus punya akhlak. Jika tempat kami bekerja dierlakukan seperti ini, bisa menghambat kami beraktivitas dan juga bukan hanya kami yang rugi jika kami tidak beraktivitas, mahasiswa juga ikut rugi,” ujarnya.

Guna mengusut siapa pelaku yang melakukan hal tersebut, pihak fakultas telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

“Kami telah melakukan komunikasi dengan pihak dekanat Fusphi, Rektorat UIN RF melalui surat tertulis, kalau kami inginnya langsung ditindak lanjuti dengan melapor pada pihak berwajib. Kami sudah memanggil wartawan dari media lain, kemudian memanggil kepolisian kemuning dalam rangka mencari pelaku penumpahan oli beserta motif dibalik kejadian ini. Akan dilakukan penyelidikan oleh kepolisian,” tambah Matbani.

 

Reporter : Erna Rustiana dan Melati

Editor : Muhammad Rajab

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah